LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET • IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

Tapir Langka Muncul di Jalan, Berujung Disembelih dan Dagingnya Dibagikan

📖 2 menit bacaSurya Dharma🕒 Senin, 6 Juli 2026 pukul 10.52
Tapir Langka Muncul di Jalan, Berujung Disembelih dan Dagingnya Dibagikan

Ilustrasi Tapir hewan dilindungi yang disembelih warga beberapa waktu lalu | Credit: Denny Suryadharma | Source: Denny Suryadharma

Bandung, Pentas.TV - Seekor tapir Sumatera (Tapirus indicus) yang berstatus satwa dilindungi mati setelah disembelih warga di Kabupaten Mesuji, Lampung, Kamis (2/7/2026).

 Ironisnya, peristiwa itu terjadi setelah satwa langka tersebut muncul di Jalan Lintas Register 45 yang berbatasan langsung dengan habitat alaminya.

Kemunculan tapir sempat menarik perhatian pengguna jalan. Dalam video yang beredar, hewan bercorak hitam-putih itu terlihat berjalan santai di badan jalan. 

Sejumlah pengendara memilih memperlambat kendaraan bahkan berhenti untuk menyaksikannya.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menyebut kemunculan tapir di kawasan Register 45 bukan kali pertama. 

Pada 2022 hingga 2023, petugas juga menerima laporan keberadaan satwa tersebut di lokasi yang sama.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Itno Itoyo, mengatakan pihaknya langsung melakukan pemantauan setelah menerima laporan.

"Langkah awal yang kami lakukan yakni mengumpulkan informasi lapangan, mengecek kondisi tutupan lahan terkini, lalu membandingkannya dengan data keberadaan tapir sebelumnya," kata Itno. Dikutip Senin 6 Juli 2026.

Kepala Balai KSDA Bengkulu Agung Nugroho menjelaskan Jalan Lintas Register 45 memang berada di sisi habitat tapir sehingga peluang perjumpaan dengan manusia masih cukup tinggi.

"Jalan tersebut memang berbatasan langsung dengan habitat alami tapir sehingga perjumpaan antara manusia dan satwa liar masih mungkin terjadi," ujarnya.

BKSDA sebelumnya telah mengimbau masyarakat agar tidak mengejar, menangkap, melukai, maupun mengganggu satwa liar yang keluar dari kawasan hutan. 

Menurut Agung, tindakan tersebut dapat memicu stres hingga perilaku agresif pada satwa.

"Menjaga kelestarian habitat dan konektivitas koridor satwa menjadi bagian penting dalam upaya konservasi agar satwa dapat bergerak dan berkembang biak secara alami tanpa memicu konflik dengan manusia," katanya.

Namun, imbauan itu tidak dihiraukan. Tapir tersebut justru dibunuh dan dagingnya dibagikan kepada warga.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyebut kematian satu individu tapir merupakan kerugian besar bagi keanekaragaman hayati Indonesia.

"Kemenhut berkomitmen untuk terus menggencarkan upaya-upaya preventif melalui sosialisasi dan edukasi dalam mewujudkan kesadaran publik terhadap nilai pentingnya keanekaragaman hayati bagi kehidupan," ujarnya.

Polres Mesuji kemudian menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. 

Polisi menyebut para pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari menggiring tapir, menombak dan menyembelihnya, hingga membagikan daging satwa dilindungi itu kepada warga.***

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.