PENTAS.TV - Sepertinya, hukum karma berlaku bagi winger asal Argentina, Alejandro Garnacho. Kok bisa? Begini ceritanya.
Ketika masih berkostum Manchester United, banyak yang menggadang-gadang Alejandro Garnacho sebagai The New Super Star peraih 20 trofi The English Premier League (EPL) ini.
Pasalnya, saat menjadi warga The Old Trafford Stadium, Alejandro Garnacho tampol impresif. Namun, ketika The Red Devils dibesut Ruben Amorin, yang kini mengarsiteki raksasa Lega Calcio Serie A, AC "I Rossoneri" Milan, sang pemain terpinggirkan.
Frustasi karena diabaikan Ruben Amorin, pada 2025-2026, Alejandro Garnacho memutuskan untuk membela Chelsea.
Yang membuat para fans The Manchester Red murka yakni komentarnya saat bergabung The Blues.
Alih-alih tampil trengginas, Alejandro Garnacho justru bapuk. Kondisi tersebut menyebabkan sutradara The Stamford Bridge Army kala itu, Liam Rosenior, menepikannya.
Masa depan Alejandro Garnacho semakin runyam dan gelap ketika The Blues menetapkan eks entreneador Real "Los Blancos" Madrid dan The Living Legend Liverpool, Xabi Alonso sebagai juru taktik.
Bahkan, pakar trnasfer, Fabrizio Romano, menyatakan, Chelsea berencana melepas Alejandro Garnacho pada bursa transfer musim panas 2026.
Sinyal terdepaknya Alejandro Garnacho yakni Xabi Alonso tidak menyertakan Alejandro Garnacho pada program pelatihan perdana pra-musim di Cobham.
Isyarat lainnya, The Spaniard pun tidak memasukkan nama Alejandro Garnacho dalam skema permainannya. Artinya, fix Alejandro Garnacho didepak
Kabarnya, laskar The West Londoners membandrol mahar transfer Alejandro Garnacho pada level 40 juta poundsterling, sama ketika mereka memboyongnya dari The Old Trafford Stadium tahun lalu. (*)
