PENTAS.TV - Demi menghasilkan produk unggul, yang bisa menopang kinerja agar lebih apik serta solid, banyak pelaku industri yang berinovasi.
Tentunya, hadirnya beragam produk inovatif tersebut berdasarkan eksperimen dan hasil uji coba.
Berkaitan dengan inovasi, dua raksasa otomotif, Toyota Motor Corporation dan Bayerische Motoren Werke Aktiengesellschaft (BMW AG), kompak bereksperimen.
Carscoops mengabarkan, di Spanyol, bersama BMW AG, Toyota Motor Corporation bereksperimen menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru.
Caranya, cukup mengejutkan, yakni mengolah minyak goreng bekas alias jelantah sebagai bahan baku BBM terbaru jenis gasoline atau bensin.
Dalam eksperimen yang berlangsung berbulan-bulan tersebut, Toyota Motor Corporation dan BMW AG juga melibatkan dua industri raksasa lainnya.
Yakni Bosch, industri berbasis inovasi teknologi, dan produsen minyak asal Spanyol, yang bertahun-tahun menjadi sponsor tim MotoGP asal Jepang, Honda Racing Corporation (HRC), Refinería de Petroleos de Escombreras Sol (Repsol SA).
Dalam uni coba tersebut, Toyota Motor Corporation dan BMW AG menyertakan produk-produknya, yang secara keseluruhan, berjumlah 20 unit model.
Ke-20 model mobil tersebut melakoni uji coba menggunakan gasoline terbaru produk Repsol SA dan berbahan baku limbah organik, di antaranya jelantah, yakni Nexa 95.
Toyota Motor Corporation dan BMW AG mengklaim bahwa eksperimen menuai hasil yang memuaskan. Emisi karbon lebih rendah daripada BBM konvensional yang beredar saat ini.
Artinya, kendaraan yang dibekali engine petrol bisa memanfaatkan dan menggunakan Nexa 95, tanpa modifikasi atau pengembangan apa pun.
Peran Bosch menyiapkan Digital Fuel Twin, teknologi digital sebagai pelacak sistem distribusi serta supply chain BBM.
Digital Fuel Twin pun memberi kepastian bahwa setiap model mobil menggunakan BBM terbarukan yang tersertifikasi.
Bahkan, berdasarkan uji coba tersebut, pendistribusian Nexa 95 bisa bergulir melalui stasiun-stasiun pengisian BBM yang eksisting. (*)
