PENTAS.TV — Ketika banyak mahasiswa memilih membangun usaha di sektor kuliner atau fesyen, Raphael Andreas H. justru menekuni bisnis pakan ternak. Mahasiswa Program Digital Business Innovation (DBI) BINUS University tersebut mengelola usaha bernama Anugerah Pancing Sayuran yang fokus menyediakan pakan unggas berkualitas.
Bisnis tersebut diperkenalkan dalam ajang Manawa Fest, program kewirausahaan mahasiswa BINUS yang menjadi wadah pengembangan usaha mahasiswa.
Di antara berbagai tenant yang didominasi produk makanan dan minuman, stan milik Raphael tampil berbeda. Beragam jenis pakan seperti jagung pecah, jagung kristal merah, biji timun, dan campuran pakan dipajang secara terbuka sehingga menarik perhatian pengunjung.
"Banyak yang awalnya mengira produk kami adalah bahan makanan karena tampilannya bersih dan menarik," kata Raphael.
Menurut dia, kualitas menjadi faktor utama dalam menjalankan bisnis tersebut. Seluruh bahan baku dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu sebelum dipasarkan kepada pelanggan.
Saat ini produk Anugerah Pancing Sayuran digunakan untuk kebutuhan ayam, bebek, dan burung. Namun permintaan terbesar masih berasal dari peternak ayam.
Selain melayani pembelian eceran, usaha tersebut lebih banyak melayani pasar B2B dengan volume pembelian mulai dari ratusan kilogram hingga beberapa ton dalam satu transaksi.
Bahan baku diperoleh dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, bahkan sebagian dibeli langsung dari petani untuk menjaga kualitas dan kestabilan pasokan.
Prospek bisnis pakan ternak dinilai masih sangat menjanjikan. Seiring meningkatnya konsumsi daging ayam dan telur di Indonesia, kebutuhan pakan unggas juga terus bertambah.
Raphael mengungkapkan pihaknya bahkan mulai mendapatkan peluang kerja sama dalam jumlah besar, termasuk rencana permintaan pasokan hingga 18 ton per bulan melalui mitra usaha yang terhubung dengan pasar ekspor.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pakan ternak masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Tidak hanya melayani kebutuhan peternak kecil, tetapi juga berpotensi masuk ke rantai pasok industri yang lebih besar.
Bagi Raphael, bisnis ini menjadi sarana belajar sekaligus membangun pengalaman kewirausahaan sejak kuliah. Melalui dukungan program kampus, ia berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
"Harapannya bisnis ini bisa terus tumbuh dan suatu saat mampu melayani kebutuhan pelanggan di berbagai daerah Indonesia," ujarnya.
Di tengah tren kewirausahaan generasi muda, kisah Raphael menjadi contoh bahwa peluang bisnis dapat ditemukan di sektor yang sering dianggap sederhana. Dengan menjaga kualitas produk dan memahami kebutuhan pasar, usaha pakan ternak justru menawarkan prospek yang menjanjikan bagi masa depan.
