PENTAS.TV, BANDUNG - Pada awal kehadiran China pada dunia otomotif, khususnya, mobil, negara-negara produsen, semisal Jepang, Jerman, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat (AS), meremehkannya.
Namun, etika era elektrifikasi bergulir, banyak negara produsen ketar-ketir. Pasalnya, hanya dalam waktu singkat, mobil-mobil produk China langsung menggebrak.
Produk-produk asal Negeri The Great Wall itu bukan hanya mengancam beberapa negara yang selama ini mendominasi pasar Asia, Eropa, dan AS, melainkan juga Indonesia.
Satu bukti, beberapa Agen Pemegang Merek (APM), terutama brand asal Jepang, harus kehilangan jaringan outlet penjualan.
Mayoritas, outlet-outlet merek Jepang itu berubah wajah dan penampilannya menjadi jaringan dealer brand China.
Adalah PT Astra Daihatsu Motor (ADM), selaku APM Daihatsu Motor Company, yang turut mergalami "hilangnya" jaringan outlet penjualan.
Informasinya, selama 37 tahun, Asco Automotive bermitra dengan PT ADM . Perannya, sebagai bagian jaringan dealer industri otomotif yang dinaungi PT Astra International Tbk tersebut.
Namun, pada awal Juni 2026, kebersamaan antara PT ADM dan Asco Automotive berakhir.
Secara resmi, sebanyak 11 jaringan outlet Asco Automotive tidak lagi memperdagangkan brand Daihatsu, tetapi brand produsen asal China, Chery Automobile Company Ltd.
Lalu, bagaimana sikap PT ADM mengenai berakhirnya kemitraan dengan Asco Automotive?
Kepada media, Tri Mulyono, Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), menyatakan, pihaknya menghargai apa yang menjadi keputusan Asco Automotive, yakni memperjualbelikan brand Chery.
Tri Mulyono menegaskan, pihaknya pun tidak mengkhawatirkan berakhirnya kolaborasi dengan Asco Automotive.
"Tenang saja. Kami masih punya banyak jaringan yang tersebar di berbagai daerah dan wilayah tanah air," tegas Tri Mulyono.
Saat ini, ungkap Tri Mulyono, sebanyak 23 group dealer menjadi mitra jajarannya. Total jaringan dealer- nya, sebut pria berkaca mata ini, tersebar di sekitar 250 lokasi.
Pihaknya, sambung dia, tidak menjadikan peralihan konsep bisnis Asco Automotive tersebut sebagai hal yang memperoleh perhatian serius.
Fokus dan prioritas jajarannya, cetus dia, mempertahankan, memperkuat, dan menyempurnakan konsep-konsep serta strategi bisnis, termasuk pelayanan prima, secara berkelanjutan. Itu karena, sahutnya, pihaknya pun, memetakan segala sesuatunya.
Misalnya, jelas dia, konsumen yang selama ini memperoleh pelayanan service pada outlet-outlet Asco Automotive, tetap bisa melakukannya pada outlet resmi PT ADM, dan mitra-mitra jaringannya.
Bahkan, secara bisnis, Tri Mulyono mengklaim berakhirnya kemitraan dengan Asco Automotive tidak berpengaruh pada performa dan kinerja penjualan.
Faktanya, pada Juni 2026, secara retail sales, beber dia, pihaknya membukukan penjualan secara masif. "Jumlahnya 12.531 unit," tutupnya. (win/*)
