PENTAS.TV - BANDUNG, Secara umum perekonomian Indonesia belum stabil karena turut terdampak beragam dinamika global.
Terlebih adanya pemberlakuan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi, khususnya yang mengandung Research Octane Number (RON) 92, yakni Pertamax, menjadi Rp16.250 per liter.
Meski demikian, industri otomotif nasional masih bisa bergeliat. Adalah kinerja PT Astra Daihatsu Motor (ADM), selaku Agen Pemegang Merek (APM) Daihatsu Motor Company, sebagai contohnya.
Dalam keterangannya, Sri Agung Handayani, Marketing & Corporate Communication Director PT ADM, mengklaim bahwa pihaknya tetap mampu membukukan kinerja apik.
Indikatornya, jelas dia, tercermin pada realisasi volume penjualan secara retail sales selama periode Mei 2026.
"Pada Mei 2026, volume penjualan seluruh model dan segmen yang kami bukukan berjumlah 12.531 unit," tandas Sri Agung Handayani.
Perbandingannya dengan periode yang sama 2025, pencapaian selama bulan kelima 2026 tersebut lebih masif 25 persen.
Selain itu, jelas dia, berkat volume penjualan retail sales pada Mei 2026 pun berarti, pihaknya meraih 17,4 persen market share penjualan berbagai brand dan model secara nasional
Hebatnya, kata dia, sebesar 99 persen volume penjualan pada Mei tersebut, proses produksinya berlangsung di Indonesia.
Sri Agung Handayani mengemukakan, see Commercial Vehicle , melalui Daihatsu Gran Max Series, yang terdiri atas Daihatsu Gran Max Pick Up (PU), Daihatsu Gran Max Blind Van,dan Daihatsu Gran Max Minibus, masih menjadi penopang utama.
"Kontributor berikutnya yakni segmen Passenger Vehicle, termasuk model LCGC (Low Cost Green Car) melalui kehadiran Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla,* imbuh Sri Agung Handayani.
Begitu pula dengan segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) Low, yang turut berkontribusi atas pencapaian positif selama Mei 2026. (win/*)
