PENTAS.TV - BANDUNG, Demi tercapainya target pemerintah, yakni swasembada, pemerintah, melalui lembaga-lembaga dan institusi-institusinya bertekad memperkuat stabilitas pangan, baik stok maupun harga, khususnya komoditas beras.
Satu strateginya, yakni, aktif menggulirkan sejumlah program. Di antaranya, Bantuan Sosial (Bansos) Pangan Komoditas Beras di seluruh wilayah Nusantara, termasuk Jabar, khususnya Bandung Raya.
Lalu, seperti apa realisasi penyaluran Bansos Pangan Komoditas Beras di Bandung Raya?
Dalam pernyataannya, Yanto Nurdianto , Pimpinan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Bandung, mengklaim, proses penyaluran Bansos Pangan di wilayah Parisj van Java terus bergulir.
"Selain beras, dalam Bansos Pangan, kami juga menyalurkan migor (minyak goreng) rakyat, yaitu MinyaKita," tandas Yanto Nurdianto.
Di wilayah Bandung Raya, kata dia, berdasarkan data, sasaran penyaluran Bansos Pangan yakni sebanyak 1 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Realisasi penyalurannya, sambung dia, juga masif. Volume penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam program Bansos Pangan, ungkapnya, yakni sekitar 21 ribu ton.
Setiap KPM, tuturnya, berhak menerima 20 kilo gram beras medium. Selain itu, lanjutnya, juga berhak atas 4 liter MinyaKita.
"Target kami, penyaluran Bansos Pangan Komoditas Beras dan MinyaKita tuntas akhir Juni 2026," cetusnya.
Titik pendistribusian, kata Yanto Nurdianto, meliputi beberapa wilayah Bandung Raya. Yaitu, sebutnya, Kota-kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kemudian, ucap dia, Kota Cimahi dan wilayah Kabupaten Sumedang.
Yanto Nurdianto menggaransi bahwa kondisi CBP dalam program Bansos Pangan tersebut sangat layak konsumsi.
Dia berargumen bahwa kelayakan tersebut karena sebelum pendistribusian, seluruh CBP menjalani dan melalui berbagai proses. Antara lain, pengecekan secara ketat.
Apabila ada KPM yang menemukan atau menerima CBP dalam kondisi kurang layak konsumsi, Yanto Nurdianto meminta masyarakat untuk melaporkannya.
Ia menambahkan, jadwal distribusi telah disosialisasikan ke seluruh daerah di Bandung Raya dan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. (win/*)
