LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET • IDR BASED
Loading FX...
đź”´ BREAKING NEWS

Manawa Fest. Mahasiswa BINUS, Lahirkan Wirausaha yang Siap Bersaing di Pasar Nasional

📖 3 menit baca✍ Djarot🕒 Senin, 22 Juni 2026 pukul 08.55
Manawa Fest. Mahasiswa BINUS,  Lahirkan Wirausaha yang Siap Bersaing di Pasar Nasional

Penampakan Manawa Festival yang digelar sejak 20-21 Juni 2026 | Source: Djarot

PENTAS.TV — Di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap dunia kewirausahaan, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. 

Semangat tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Manawa Festival 2026 yang digelar oleh BINUS University.

Memasuki tahun ke-9 penyelenggaraan, Manawa Festival berkembang menjadi ruang kolaborasi sekaligus laboratorium bisnis yang mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat secara langsung. 

Berbeda dari bazar kampus pada umumnya, kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menguji kelayakan usaha yang telah mereka bangun melalui proses kurasi dan pendampingan.

Ketua Panitia Manawa Festival 2026, Alif, mengatakan kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan dirancang sebagai sarana bagi mahasiswa mendapatkan masukan langsung dari pasar.

 Seluruh tenant yang hadir merupakan bisnis mahasiswa yang telah melewati tahapan penilaian kelayakan usaha sebelum diperkenalkan kepada publik.

“Yang paling kami butuhkan sebenarnya adalah feedback. Dari situ mahasiswa bisa terus mengembangkan dan menyempurnakan produk yang mereka miliki,” ujar Alif, Minggu, 21/06/2026.

Menurut dia, keberadaan masyarakat sebagai pengunjung memiliki peran penting karena menjadi sumber evaluasi nyata bagi para pelaku usaha muda. Kritik, saran, hingga pengalaman konsumen menjadi bekal berharga untuk memperbaiki kualitas produk maupun strategi bisnis.

Selama hampir satu dekade berjalan, Manawa Festival telah menjadi salah satu wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa yang konsisten. Acara tersebut tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan calon konsumen, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bisnis, perluasan jaringan, dan peningkatan kapasitas usaha.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini adalah Lamonce Coffee, usaha kopi specialty yang dirintis Evelyn. Berasal dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara, usaha tersebut mengangkat kopi lokal sebagai produk unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi.

Lamonce Coffee bukanlah bisnis yang baru lahir. Usaha tersebut telah dirintis sejak 2018 dan mengalami transformasi signifikan melalui proses rebranding pada 2021. Saat ini Lamonce Coffee memasarkan roasted beans dan kopi bubuk dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 100 kilogram per bulan.

Produk mereka telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan digunakan oleh sejumlah resort serta coffee shop di kawasan Danau Toba. Bahkan sebagian produknya telah masuk ke jaringan pelanggan yang lebih luas melalui kemitraan dengan pelaku industri kopi nasional.

Evelyn menjelaskan, Lamonce berasal dari bahasa Karo yang memiliki makna “tidak goyah”. Filosofi tersebut menjadi semangat usaha yang dibangunnya untuk memperkenalkan kopi specialty asal Karo kepada pasar yang lebih luas.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan terletak pada proses produksi, melainkan edukasi pasar. Sebagai kopi specialty grade A, kualitas produk sering kali tidak langsung dipahami oleh konsumen yang lebih familiar dengan kopi berbasis campuran atau minuman kekinian.

“Yang paling sulit adalah menemukan pelanggan yang cocok dan memahami karakter kopi specialty,” ujarnya.

Di balik aktivitas bisnisnya, Lamonce Coffee juga membawa misi sosial. Evelyn menilai semakin tinggi apresiasi terhadap kopi specialty Karo, semakin besar pula dampak ekonomi yang dapat dirasakan para petani kopi di daerah tersebut.

Saat pandemi Covid-19, Lamonce bahkan terlibat dalam penyaluran bantuan berupa sembako dan pupuk kepada sekitar 800 hingga 1.000 petani kopi di wilayah Karo sebagai bentuk kepedulian terhadap rantai pasok kopi lokal.

Kisah Lamonce Coffee menjadi gambaran bagaimana Manawa Festival tidak sekadar menjadi tempat berjualan, tetapi juga ruang tumbuh bagi ide-ide bisnis yang memiliki dampak ekonomi dan sosial.

Melalui festival yang telah berlangsung selama sembilan tahun ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menguji produk secara langsung, memahami kebutuhan pasar, sekaligus membangun mental kewirausahaan sejak dini.

Bagi BINUS University, Manawa Festival merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. 

Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi jembatan antara ruang kelas dan dunia bisnis yang sesungguhnya.

Ketika banyak lulusan berlomba mencari pekerjaan, ajang seperti Manawa Festival menunjukkan bahwa kampus juga dapat menjadi tempat lahirnya para pencipta lapangan kerja yang siap bersaing di tingkat nasional.

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.