PENTAS.TV - BANDUNG, Banyak cara dilakukan dan diimplementasikan pemerintah agar kebutuhan masyarakat, khususnya komoditas pangan, terakomodir, termasuk menjaga data belinya.
Satu strateginya, menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sejumlah komoditas. Antara lain, minyak goreng (migor).
Berkenaan dengan hal itu, pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), membandrol HET migor brand dan produk lokal bersubsidi, MinyaKita.
Budi Santoso, Menteri Perdagangan (Mendag), menyatakan, pemerintah tidak mengubah HET MinyaKita.
"Harganya (MinyaKita) tetap Rp15.700 per liter," tegas Budi Santoso dalam keterangannya.
Agar pasokan tetap optimal sehingga kebutuhan masyarakat terakomodir, Budi Santoso menegaskan, pihaknya memprioritaskan pemerkuatan pola distribusi Minyakita.
Caranya, ungkap dia, melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan, yakni Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dan ID.FOOD, sasaran pendistribusian yakni pasar-pasar tradisional.
Agar pendistribusiannya lebih optimal, tuturnya, pihaknya pun senantiasa bersinergi dengan berbagai kalangan dan stakeholder melalui sejumlah program.
Di antaranya, sebut dia, Program Bantuan Sosial (Bansos) Panga dan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama seluruh pemerintah provinsi dan kota-kabupaten. (win /*}
