LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET • IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

Persoalan Ini pun Jadi Perhatian KAI: Pelecehan di  Ruang Publik, Begini Cara Menangkalnya

📖 2 menit bacaErwin🕒 Jumat, 24 Juli 2026 pukul 08.55
Persoalan Ini pun Jadi Perhatian KAI: Pelecehan di  Ruang Publik, Begini Cara Menangkalnya

Penumpang kereta berjubel memadati sebuah stasiun. | Credit: (Istimewa)

PENTAS.TV - Sebagai korporasi public service berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi, keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan operasional serta perjalanan merupakan aspek krusial.

Kondisi itu juga sangat berlaku bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero). 

Buktinya, hingga kini, PT KAI (Persero) melakukan dan menerapkan berbagai cara serta strateginya agar  setiap perjalanan aman, lancar, nyaman, dan kondusif.

Berkenaan dengan keamanan, ada satu hal yang juga termasuk fokus dan perhatian serius korporasi pelat merah yang dahulu bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) ini, yakni kekerasan dan pelecehan seksual.

PT KAI (Persero) menyatakan, bahwa siapa pun berpotensi menjadi korban  kekerasan dan pelecehan seksual, tidak hanya remaja dan dewasa, tetapi juga anak-anak.

Karena itu, berkenaan dengan Hari Anak Nasional 2026, bersama komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) di Wilayah 2 Bandung, PT KAI (Persero) menyosialisasikan kampanye "Stop Kekerasan dan Pelecehan Seksual pada Ruang Publik" di Stasiun Bandung.

Agenda ini  tidak hanya  pihaknya gulirkan di Stasiun Bandung, tetapi juga di Stasiun Cianjur, bersama Komunitas Railfans Cianjur dan The Youth Advisory Group.

"Kampanye ini  termasuk  komitmen kami menciptakan transportasi publik yang aman, nyaman, lancar, kondusif dan ramah bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak," tandas Hendra Wahyono, Executive Vice President (EVP) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.

Hendra Wahyono mengatakan, faktor keselamatan dan keamanan tidak hanya pada operasional perjalanan, tetapi juga perlindungan seluruh penumpang dari berbagai bentuk aksi kejahatan, baik sebelum, selama, maupun sesudah perjalanan.

Dia mengatakan, melalui kegiatan ini, pihaknya mengajak masyarakat agar  lebih berani mengenali, mencegah, serta melaporkan setiap bentuk kekerasan dan pelecehan seksual pada  lingkungan transportasi publik.

Aga berbagai aksi kejahatan, termasuk kekerasan dan pelecehan seksual, terantisipasi dan terminmalisir secara lebih optimal,  Hendra Wahyono menyatakan, pihaknya menyempurnakan dan memperkuat sistem keamanan.

Antara lain, sebutnya, mengerahkan personil keamanan, baik pada lingkungan stasiun maupun saat perjalanan kereta.

Lalu, kata dia, memperbanyak pemasangan The Closed Circuit Television (CCTV) pada lokasi-lokasi strategis stasiun dan kereta.

"Koordinasi dengan jajaran kepolisian pun terus kami lakukan secara intensif," tutup Hendra Wahyono.  (*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.