PENTAS.TV - BANDUNG, Banyak cara dan bentuk pelayanan yang selama ini digulirkan korporasi-korporasi public service, seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
Uniknya, khusus PT KAI (Persero), beragam bentuk pelayanan itu tidak hanya berbasis bisnis, tetapi juga misi sosial.
Buktinya, secara rutin, di Wilayah 2 Bandung, PT KAI (Persero) terus menggulirkan agenda pelayanan kesehatan gratis, yang termasuk program Corporate Social Responsibility (CSR) atau kini beristilah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Caranya, mengaktifkan Rail Clinic.
Kali ini, wilayah sekitar Stasiun Bumiwaluya, Desa Citeras, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut menjadi titik aktivasi Rail Clinic, yang merupakan hasil sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, dalam hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Garut.
"Pelayanan kesehatan gratis Rail Clinic di Stasiun Bumiwaluya itu mencakup pemeriksaan dan pengobatan gratis, termasuk penyuluhan," tandas Hendra Wahyono, Executive Vice President (EVP) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Hendra Wahyono mengklaim, hadirnya Rail Clinic tersebut direspon masyarakat sekitar Stasiun Bumiwaluya secara antusias.
Terbukti, kata dia, sebanyak 265 orang terdaftar sebagai pasien untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan gratis.
Pada kesempatan itu, lanjutnya, pihaknya pun menyalurkan sebanyak 120 kaca mata gratis. Terdiri atas, jelasnya, 50 kaca mata gratis bagi para pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Citeras dan 70 kaca mata gratis untuk kalangan lanjut usia (lansia)
Tidak hanya pemeriksaan dan pengobatan gratis plus penyuluhan serta pembagian kaca mata gratis, Hendra Wahyono membeberkan, pihak ya juga menyalurkan bantuan lain berupa paket kebutuhan pokok dan kursi roda
Bicara soal Rail Clinic, Hendra Wahyono menerangkan, fasilitas kesehatan gratis ini merupakan generasi keempat, yang terdiri atas empat kereta.
Keempat kereta tersebut, tuturnya, meliputi Rail Clinic, Rail Library, kabin masinis, Perpustakaan, Ruang Bacaan Digital, Ruang Belajar, Ruang Pertemuan, toilet, dan pantry. Selain itu, ada juga ruang yang dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan layaknya poliklinik.
Pelayanan kesehatan gratis kali ini, mencakup pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata, dokter umum, tindakan medis sederhana, pelayanan kesehatan bagi Ibu dan anak, laboratorium sederhana, dan ruang farmasi.
"Peralatan-peralatan medis dilengkapi dengan teknologi digital canggih," ujarnya mengakhiri pembicaraan. (*)
