PENTAS.TV - GARUT - Dalam dunia transportasi, keamanan dan keselamatan perjalanan merupakan aspek dan elemen utama.
Selain kedisplinan dan ketaatan masyarakat pada peraturan peraturan berlalu lintas, demi terciptanya keamanan, keselamatan, kelancaran, kenyamanan, dan kondusivitas, perlu juga adanya fasilitas-fasilitas penunjang.
Dalam perkeretaan misalnya, Agar setiap perjalanan kereta tetap aman, lancar, nyaman, dan kondusif, kedisiplinan para pengguna jalan, terutama saat melintasi perlintasan sebidang, adalah hal yang mutlak.
Namun, agar lebih optimal, setiap perlintasan sebidang perlu dilengkapi fasilitas lainnya, semisal gardu.
Berkenaan dengan hal itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) mengaktifkan gardu Jalur Perlintasan (JPL) 19 alias perlintasan sebidang Jalan Mandalagiri, Kabupaten Garut, emplasemen Stasiun Garut Kilo Meter ( KM( 19+100- KM 19+20) petak jalan Wanaraja–Garut.
Pendopo Kabupaten Garut menjadi titik berlangsunya proses serah terima Gardu JPL 19. Bupati Garut, H. Abdusy Syakur, menerima prosesi serah terima tersebut.
Hendra Wahyono, Executive Vice President (EVP) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengemukakan, aktivasi JP 19 termasuk upaya jajarannya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk mencegah sekaligus meminimalisir terjadinya kasus kecelakaan, khususnya pada perlintasan sebidang.
"Selain itu, juga demi terciptanya keamanan, keselamatan, kelancaran, kenyamanan, dan kondusivitas seluruh perjalanan kereta," tandas Hendra Wahyono.
Aktivasi Gardu JPL 19 pun, sambungnya, termasuk kiat jajarannya berkenaan dengan pelayanan prima dan optimal kepada masyarakat, khususnya, yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan.
"Aktivasi Gardu JPL 19 membuktikan adanya jalinan sinergi kuat antara kami dan pemerintah, khususnya Kabupaten Garut," sambung Hendra Wahyono.
Dia menambahkan, dalam kesempatan itu, bersama Pemkab Garut, pihaknya membahas dan mendiskusikan rencana penataan kawasan Stasiun Leles.
Aktivitas dan volume penumpang Stasiun Leles, ujar Hendra Wahyono, terus menunjukkan perkembangan positif.
Penataan Stasiun Leles, tuturnya, tidak hanya menyempurnakan pelayanan demi terakomodirnya kebutuhan transportasi masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas serta sebagai penunjang mobilitas sekaligus trigger perekonomian. (*)
