LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET - IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

“Dikira Gulma, Ternyata Cuan! Guru Bandung Barat Sulap Eceng Gondok Saguling Jadi Pakan Ayam, Bebek dan Ikan”

📖 3 menit baca✍ Singgih Jatmiko🕒 Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 14.15
“Dikira Gulma, Ternyata Cuan! Guru Bandung Barat Sulap Eceng Gondok Saguling Jadi Pakan Ayam, Bebek dan Ikan”

Guru di Bandung Barat, Agus, menunjukkan proses pengolahan eceng gondok yang dicacah menggunakan mesin buatannya untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ayam, bebek, dan ikan. Inovasi tersebut telah dipraktikkan selama sekitar enam bulan dan diharapkan menjadi edukasi bagi para siswa serta masyarakat dalam memanfaatkan potensi eceng gondok di kawasan Saguling.

PENTAS.TV-BANDUNG BARAT, — Tanaman eceng gondok yang selama ini kerap dianggap sebagai gulma dan tidak memiliki nilai guna, justru berhasil dimanfaatkan oleh seorang guru di Bandung Barat menjadi bahan tambahan pakan ternak.

Agus, seorang guru yang juga mengembangkan peternakan bersama keluarganya, mengolah eceng gondok menjadi bahan pakan untuk ayam, bebek, dan ikan. Inovasi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan mesin pencacah yang dibuatnya sendiri.

Eceng gondok terlebih dahulu dicacah hingga menjadi bagian yang lebih kecil dan kemudian diolah menjadi tepung. Bahan tersebut selanjutnya dicampurkan dengan tepung tutut atau keong serta tepung jagung.

Untuk melengkapi campuran pakan, Agus juga menambahkan sejumlah bahan organik yang digunakan sebagai jamu ternak, antara lain jahe, kunyit, bawang putih, dan kencur. Seluruh bahan kemudian diaduk hingga menjadi campuran pakan yang siap diberikan kepada ternaknya.

Menurut Agus, pemanfaatan eceng gondok tersebut dapat menjadi alternatif bahan tambahan pakan, terutama di tengah tingginya harga bekatul.

“Eceng gondok setelah dicacah dan dijadikan tepung dapat dimanfaatkan sebagai tambahan pakan untuk menggantikan bekatul yang saat ini harganya tinggi,” ujar Agus.

Eceng Gondok Saguling Jadi Potensi Pakan Ternak

Bagi Agus, keberadaan eceng gondok yang melimpah di kawasan Saguling bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi potensi yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Ia melihat tanaman yang selama ini dianggap tidak berguna tersebut memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan tambahan pakan ternak.

Dalam praktiknya, pakan hasil olahan Agus kini telah diberikan kepada ayam, bebek, dan ikan yang dipeliharanya. Ia menyebut hasil ternaknya menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Ayam dan bebek yang diberi pakan tersebut dapat menghasilkan telur dengan kualitas yang dinilai cukup baik. Sementara ikan yang dipelihara juga tumbuh sehat dan besar.

Agus bersama keluarganya bahkan mengembangkan peternakan ayam yang diarahkan menjadi ayam petelur. Telur yang dihasilkan kemudian dikenal sebagai telur ayam herbal dan dapat dibeli oleh masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Praktik pemanfaatan eceng gondok sebagai bagian dari pakan ternak tersebut telah dilakukan Agus selama sekitar enam bulan.

Bukan Sekadar Beternak, Agus Ingin Edukasi Murid

Sebagai seorang guru, Agus tidak ingin inovasi tersebut berhenti pada kegiatan peternakan keluarga. Ia juga ingin menjadikan praktik tersebut sebagai sarana edukasi dan motivasi bagi para muridnya.

Menurutnya, pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat menjadi pembelajaran nyata bagi generasi muda mengenai kreativitas, kemandirian, dan pemanfaatan sumber daya.

Melalui pengalamannya mengolah eceng gondok, Agus berharap para murid dapat melihat bahwa sesuatu yang selama ini dianggap sebagai tanaman liar dan tidak berguna ternyata bisa memiliki nilai manfaat jika diolah dengan cara yang tepat.

Potensi eceng gondok di kawasan Saguling yang melimpah juga dinilai dapat dikembangkan lebih luas untuk mendukung kebutuhan pakan ternak masyarakat.

Bagi Agus, inovasi tersebut bukan sekadar mencari alternatif bahan pakan, tetapi juga menjadi upaya mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi dan pembelajaran.

Selama sekitar enam bulan menjalankan praktik tersebut, Agus terus mengembangkan pengolahan eceng gondok sebagai bahan tambahan pakan untuk ternaknya. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menginspirasi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara lebih kreatif dan produktif.(GIH/*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.