LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET - IDR BASED
Loading FX...
đź”´ BREAKING NEWS

Beautiful Pain Angkat Luka Anak di Balik Perceraian, Anantya Kirana: Berani untuk Bersuara

📖 4 menit baca✍ Singgih Jatmiko🕒 Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 10.22
Beautiful Pain Angkat Luka Anak di Balik Perceraian, Anantya Kirana: Berani untuk Bersuara

Anantya Kirana saat menghadiri special screening film Beautiful Pain di CGV 23 Paskal Shopping Center, Bandung. Dalam film tersebut, Anantya memerankan Naia, anak yang menghadapi dampak perceraian orang tuanya.

PENTAS.TV — Memilih keluar dari hubungan yang tidak sehat bukan berarti mengakhiri perjuangan. Justru, keputusan tersebut dapat menjadi awal perjalanan panjang untuk membangun kembali kehidupan.

Pesan itu menjadi salah satu tema yang diangkat film drama keluarga Beautiful Pain, produksi Dapur Film, yang menggelar special screening di CGV 23 Paskal Shopping Center, Bandung, akhir pekan lalu.

Film ini mengikuti perjalanan Niken, seorang ibu yang mengambil keputusan besar demi masa depan dirinya dan anak-anaknya setelah memilih bercerai.

Namun, Beautiful Pain tidak hanya melihat perceraian dari sudut pandang orang dewasa. Film ini juga mengangkat dampak perpisahan orang tua terhadap anak yang kerap luput dari perhatian.

Sisi tersebut direpresentasikan melalui karakter Naia, anak sulung Niken, yang diperankan oleh Anantya Kirana.

Dalam special screening di Bandung, Anantya hadir langsung menyapa penonton sekaligus berbagi pengalamannya mendalami karakter Naia.

"Aku banyak belajar dari memerankan Naia di film ini," ujar Anantya.

Menurutnya, film Beautiful Pain memperlihatkan bahwa anak juga dapat menjadi korban ketika orang tua mengalami perceraian.

"Film Beautiful Pain menunjukkan bahwa dalam perceraian, ternyata anak-anak juga menjadi korban. Dan perjalanan Naia untuk menerima hidup barunya sangat inspiratif bagiku," tuturnya.

Anantya mengaku tidak mudah ketika pertama kali membaca naskah Beautiful Pain. Karakter Naia memiliki beban emosional karena harus menghadapi perubahan besar dalam kehidupan keluarganya.

"Ya pasti sih lumayan sulit ya waktu aku baca skripnya, karena kan memang lumayan berat ya Naia ini. Dia korban dari perceraian orang tuanya, terus juga dia struggle sama posisi dia yang tadinya enak terus jadi enggak enak," kata Anantya.

Untuk mendalami karakter tersebut, proses persiapan dilakukan melalui reading berulang bersama sutradara Hanung Bramantyo dan para pemain lainnya.

Menurut Anantya, proses diskusi dan pembacaan naskah bersama membantu dirinya memahami karakter Naia hingga akhirnya dapat diwujudkan dalam film.

"Caranya reading kita semuanya beberapa kali, dibantu sama Om Hanung terus sutradaranya, terus juga semua cast-nya juga kita ngobrol-ngobrol banyak sampai akhirnya jadi film ini," jelasnya.

Proses syuting Beautiful Pain sendiri diketahui telah berlangsung sekitar tiga tahun lalu dengan durasi pengambilan gambar kurang lebih 18 hari.

Melalui karakter Naia, Anantya juga menyampaikan pesan bagi anak-anak yang tumbuh dalam kondisi keluarga yang berpisah.

Ia berharap mereka tetap memiliki semangat untuk menjalani kehidupan, belajar berdamai dengan keadaan, serta secara perlahan menerima situasi yang terjadi.

Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah dalam film, bahwa penerimaan anak terhadap perceraian orang tua membutuhkan waktu dan dukungan.

Proses tersebut tidak bisa dipaksakan selesai dalam waktu singkat.

Selain kepada anak-anak, Anantya juga menyampaikan pesan kepada perempuan yang mungkin menghadapi situasi serupa dengan karakter Niken.

Ia menilai keberanian untuk bersuara menjadi hal penting ketika seseorang berada dalam hubungan yang tidak sehat.

"Yang pasti buat selalu kuat, berani buat bersuara, dan ya itu sih, berani buat bersuara sih nomor satu," ujarnya.

Ia berharap kisah Niken dapat memberikan keberanian kepada perempuan yang sedang menghadapi hubungan tidak sehat untuk menyuarakan persoalan yang dialami dan mengambil langkah yang dianggap terbaik.

Pada akhirnya, Beautiful Pain tidak hanya berbicara tentang kehilangan akibat sebuah perpisahan. Film ini juga membawa pesan tentang kesempatan untuk memulai kembali kehidupan.

Kisah Niken dan Naia memperlihatkan bahwa setiap anggota keluarga memiliki proses masing-masing dalam menghadapi perubahan besar.

Keberanian untuk meninggalkan sesuatu yang tidak sehat menjadi salah satu pesan yang dibawa film ini sebagai titik awal untuk menemukan kembali jati diri.

Film yang diproduseri Hanung Bramantyo ini dibintangi sejumlah nama, di antaranya Raihaanun, Baim Wong, Tarra Budiman, Jajang C. Noer, Siti Fauziah, Dimas Aditya, Anantya Kirana, Evano Zyan, dan Nikita Mirzani.

Beautiful Pain dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Kehadiran Anantya dalam rangkaian special screening di sejumlah kota, termasuk Bandung, menjadi bagian dari upaya mendekatkan pesan film kepada penonton, khususnya generasi muda yang mungkin memiliki pengalaman serupa dengan Naia.

Melalui interaksi tersebut, penonton tidak hanya mendapatkan cerita dari layar, tetapi juga dapat memahami proses kreatif dan nilai yang ingin disampaikan melalui karakter-karakter di dalamnya.

Isu perceraian dan dampaknya terhadap anak memang bukan tema baru dalam perfilman Indonesia. Namun, Beautiful Pain mencoba menghadirkannya melalui sudut pandang yang personal dan manusiawi tanpa menghakimi pihak tertentu.

Melalui Niken dan Naia, film ini mengajak penonton memahami bahwa pemulihan setelah sebuah perpisahan bukanlah proses instan.

Dibutuhkan waktu, keberanian, serta dukungan dari orang-orang terdekat untuk dapat menerima perubahan dan melangkah menuju kehidupan baru.(GIH/*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.