PENTAS.TV — Perkembangan teknologi membuat industri perhotelan semakin mengandalkan sistem komputerisasi dalam memberikan pelayanan kepada tamu. Namun, kemampuan melakukan pekerjaan secara manual tetap dinilai penting bagi calon tenaga kerja di bidang perhotelan.
Hal tersebut diterapkan dalam ujian praktik mata kuliah Front Office Operation bagi mahasiswa kelas C tahun ajaran 2026/2027 di LPTP Panghegar.
Dosen mata kuliah Front Office Operation, Fajar Sutirisno, mengatakan materi yang diujikan dalam kegiatan tersebut adalah kemampuan menerima dan memproses reservasi.
Menurut Fajar, terdapat sejumlah kriteria yang menjadi acuan dalam penilaian mahasiswa selama menjalani ujian praktik.
"Alhamdulillah sudah kita lakukan juga, ada beberapa kriteria penilaian yang dijadikan acuan untuk nilai para peserta ujian," ujar Fajar.
Beberapa aspek yang dinilai meliputi courtesy atau kesopanan saat menangani reservasi, kecepatan dalam memberikan pelayanan, serta penerapan Standard Operating Procedure atau SOP.
Selain itu, aspek grooming atau penampilan diri turut menjadi perhatian. Kemampuan berbahasa dan berkomunikasi serta ketelitian mahasiswa juga menjadi bagian dari penilaian.
Meski hotel, khususnya hotel berbintang tiga ke atas, telah banyak menggunakan sistem komputerisasi, mahasiswa tetap diperkenalkan dengan prosedur administrasi secara manual.
Fajar menjelaskan, kemampuan tersebut dibutuhkan karena gangguan sistem masih mungkin terjadi dalam operasional hotel.
Salah satunya ketika terjadi pemadaman listrik. Jika pasokan listrik terganggu dan genset terlambat beroperasi, kondisi tersebut dapat menyebabkan server mengalami kendala.
Ketika sistem komputer mengalami gangguan sementara tamu sudah berada di hadapan petugas, pelayanan tetap harus berjalan.
Dalam kondisi seperti itu, data dan pencatatan secara manual dapat menjadi cadangan untuk membantu petugas tetap memberikan pelayanan kepada tamu.
"Kalau kita punya backup-an data manual, itu bisa kita cover, karena data manual itu sama pentingnya dengan data yang tercantum di komputer," kata Fajar.
Karena itu, mahasiswa LPTP Panghegar tetap diberikan pemahaman mengenai pekerjaan administrasi yang dilakukan secara manual.
Pembelajaran tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya bergantung pada sistem digital, tetapi juga memiliki kemampuan dasar untuk menghadapi situasi ketika terjadi gangguan operasional.
Fajar berharap keterampilan yang diperoleh selama pembelajaran dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja, terutama saat menjalani On the Job Training atau OJT.
Menurutnya, mahasiswa akan menghadapi berbagai tantangan ketika mulai terjun ke lingkungan kerja sebenarnya.
Ia berpesan agar mahasiswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi kondisi yang tidak sesuai dengan harapan.
"Tapi di situ tantangannya, bagaimana cara kita mengendalikan tantangan tersebut agar menghasilkan sesuatu yang lebih optimal," ujarnya.
Fajar berharap seluruh mahasiswa LPTP Panghegar dapat semakin siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan mampu mewujudkan cita-cita mereka.
Pembelajaran praktik seperti ujian Front Office Operation menjadi salah satu bagian penting untuk mempertemukan kemampuan teknis, pelayanan, komunikasi, ketelitian, hingga kedisiplinan terhadap SOP sebelum mahasiswa memasuki lingkungan kerja profesional.(GIH/*)
