PENTAS.TV - Persik Kediri harus menelan pil pahit setelah tumbang 0-1 dari Persib Bandung. Gol Julio Cesar pada menit ke-79 menjadi mimpi buruk Macan Putih sekaligus memantik sorotan pelatih Marcos Reina terhadap proses sepak pojok yang berujung petaka di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (18/10/2026).
Pelatih Persik, Marcos Reina, mengakui timnya mampu memberikan perlawanan sengit. Namun, satu gol Persib menjadi pembeda sekaligus memupus harapan timnya membawa pulang poin.
Reina menilai anak asuhnya tampil baik menghadapi Persib yang memiliki materi pemain berkualitas. Meski kecewa dengan hasil akhir, ia tetap bangga terhadap performa timnya.
Sorotan Reina tertuju pada gol Julio Cesar yang lahir dari situasi sepak pojok. Ia mempertanyakan proses terjadinya tendangan sudut tersebut serta situasi pergantian pemain sebelum bola dimainkan.
“Sejujurnya, saya tidak yakin apakah itu benar-benar sepak pojok atau apakah bola sempat menyentuh pemain lain sebelum keluar,” ujar Reina seusai pertandingan seperti yang dikutip dari CNN.
Ia juga menyinggung jeda sebelum sepak pojok dilakukan karena wasit menunggu proses pergantian pemain. Meski menyampaikan ketidakpuasan terhadap situasi itu, Reina tetap menerima hasil pertandingan.
“Secara keseluruhan, saya sangat bangga dengan penampilan tim,” katanya.
Penilaian serupa disampaikan striker Persik, Sergio Castel. Ia menegaskan Macan Putih telah memberikan perlawanan kuat dan memaksa Persib bekerja keras untuk mengamankan kemenangan di kandang sendiri.
Menurut Castel, menghadapi tim juara dengan sederet pemain berkualitas bukan perkara mudah. Karena itu, ia menilai penampilan Persik tetap layak diapresiasi meski gagal meraih poin.
Namun, fakta di lapangan tak berubah: Persik mampu mengimbangi permainan, tetapi Persib lebih efektif memanfaatkan peluang penentu. Satu gol Julio Cesar cukup untuk memastikan kemenangan Maung Bandung sekaligus meninggalkan Macan Putih tanpa poin.***
