PENTAS.TV-BANDUNG, — Di tengah dominasi film horor di layar lebar Indonesia, Bara dan Hutan Rahasia hadir menawarkan warna berbeda. Film petualangan keluarga ini mengajak penonton menikmati kisah hangat tentang hubungan orang tua dan anak, sekaligus menyampaikan pesan penting mengenai kepedulian terhadap alam.
Sebelum resmi tayang di bioskop, film tersebut diperkenalkan melalui pemutaran terbatas di XXI Cihampelas Walk, Bandung, Rabu (5/8/2026). Sebagian besar proses produksi dilakukan di kawasan Bandung Raya dengan lanskap pegunungan dan hutan yang menjadi elemen penting dalam cerita.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku terkesan dengan kualitas visual yang ditampilkan dalam film tersebut. Ia menilai sinematografi, penulisan naskah, hingga penataan artistik mampu menghadirkan atmosfer petualangan secara alami.
"Saya sangat mengagumi sinematografinya, rapi banget. Skenarionya bagus, permainan kata-katanya keren," ujar Farhan.
Menurut Farhan, Bara dan Hutan Rahasia juga memiliki nilai edukatif sehingga layak menjadi tontonan keluarga, khususnya bagi anak-anak. Pemerintah Kota Bandung bahkan membuka peluang mengajak para pelajar menyaksikan film tersebut setelah resmi tayang di bioskop sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas.
Pemeran ayah Bara, Ramon Y. Tungka, mengatakan film Bara dan Hutan Rahasia dapat menjadi alternatif hiburan bagi keluarga sekaligus memperkenalkan kegiatan luar ruang secara aman.
Menurut Ramon, film ini tidak hanya menyajikan kisah petualangan, tetapi juga mengajak keluarga Indonesia kembali membangun komunikasi antara orang tua dan anak, menghargai alam, serta memahami pentingnya keselamatan saat beraktivitas di kawasan hutan.
Menariknya, Ramon tidak hanya berperan sebagai pemeran utama. Ia juga dipercaya sebagai konsultan kegiatan luar ruang dalam proses produksi film.
Ramon menyusun pelatihan dan prosedur keselamatan bagi sekitar 100 kru dan pemain yang terlibat selama proses syuting di alam terbuka kawasan Bandung.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting mengingat sebagian besar lokasi syuting berada di kawasan alam terbuka dengan karakter medan yang membutuhkan persiapan dan prosedur keselamatan.
Sementara itu, CEO Serangkai Kreasi Kapital Dipo Alam menjelaskan alasan pemilihan nama "Bara" dalam film tersebut.
Menurut Dipo, Bara dipilih sebagai simbol semangat yang terus menyala dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menilai kepedulian terhadap alam tidak selalu harus diwujudkan melalui gerakan besar. Perubahan justru dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut semakin diperkuat melalui filosofi kepanduan yang disampaikan Ramon pada akhir acara. Filosofi itu menekankan pentingnya tidak mengambil apa pun selain gambar, tidak meninggalkan apa pun selain jejak, serta menjaga alam agar tetap lestari.
Dengan memadukan panorama Bandung, kisah keluarga yang hangat, petualangan di alam terbuka, dan pesan konservasi, Bara dan Hutan Rahasia menawarkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur.
Film ini juga membawa pesan agar keluarga Indonesia kembali membangun kedekatan, menikmati aktivitas luar ruang secara aman, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.(GIH/*)
