PENTAS.TV - Pada 4 September 2026 malam, publik di negeri ini dikejutkan oleh gemuruh dari sekitar perairan Selat Sunda. Ternyata, itu adalah gemuruh erupsi Anak Krakatau.
Efek erupsi gunung vulkanik berketinggian 110-150 meter di atas permukaan laut (dpl) itu menyebabkan hujan abu.
Karena itu, demi keamanan dan keselamatan, khususnya transportasi jalur udara alias penerbangan, bersama PT Angkasa Pura (AP) (Persero), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan aktivitas dan operasional sejumlah bandar udara (bandara), termasuk Husein Sastranegara.
Agar transportasi penerbangan tetap aktif dan melayani serta mengakomodir mobilitas masyarakat, Kemenhub mengaktifkan 8 bandara alternatif.
Satu di antara bandara alternatif tersebut yakni Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Kabupaten Majalengka.
Tujuh Bandara lainnya, yakni Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Yogyakarta International Airport, dan Bandara Adi Soemarmo Solo.
Kemenhub menyatakan, seluruh bandara alternatif tersebut bisa berfungsi sebagai titik operasional maskapai-maskapai, baik take off dan landing
Pada sisi lain, Kemenhub juga memberlakukan refund tiket penerbangan 100 persen apabila terjadi pembatalan penerbangan akibat terdampak abu vulkanik erupsi Anak Krakatau. (*)
