PENTAS.TV - Lalu lintas penerbangan Bandung Raya kembali marak setelah mati suri selama beberapa tahun terakhir karena penon-aktifan Bandar Udara (Bandara).Husein Sastranegara, seiring dengan aktivasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Namun, dalam perkembangannya, respon publik atas hadirnya BIJB kurang positif.
Tentu saja, kondisi itu cukup berdampak pada kunjungan wisatawan, baik wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman), khususnya ke Bandung.
Karena itu, akhirnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara.
Seperti apa perkembangannya?
Pada Agustus 2026, lalu lintas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara menunjukkan perkembangan positif.
Satu indikatornya, maskapai berbalut Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), secara resmi mengaktifkan rute penerbangan Bandung-Denpasar.
Demi terakomodirnya kebutuhan dan mobilitas penumpang dari Bandung ke Denpasar, PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) mengoperasikan Boeing 737-800 NG.
Kepada media, Glenny Kairupan, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), menyatakan, aktivasi rute Bandung-Denpasar sebagai pertanda bahwa maskapai pelat merah tersebut kembali mengangkasa dan mengudara di atas Bandung
Selain itu, sambungnya aktivasi Bandung-Denpasar pun termasuk proses transformasi untuk memperluas flight networking.
Berdasarkan jadwal, kata dia, first flight PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) yakni penerbangan GA 334, take off dari Bandara Husein Sastranegara pukul 11.30 WIB.
"Pesawat itu landing di Bandara Ngurah Rai Denpasar pukul 14.20 WITA (Waktu Indonesia Bagian Tengah)," ucapnya.
Mohammad Rizal Pahlevi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) (Persero) alias In Journey Airport, menambahkan, pihaknya mengestimasi bahwa Oktober 2026 menjadi momentum aktifnya rute penerbangan antar-negara dari Bandara Husein Sastranegara.
Saat ini, ungkap dia, rencana aktivasi rute mancanegara dari Bandara Husein Sastranegara tersebut dalam fase persiapan.
"Kami dan Kemenhub (Kementrian Perhubungan) berkoordinasi. Perhitungan kami, Oktober 2026, Bandara Husein Sastranegara melayani penerbangan antar-negara," ujar Mohammad Rizal Pahlevi.
Harapannya, rute mancanegara dari Bandara Husein itu beroperasi secara berkelanjutan, tidak bersifat sementara. (*)
