PENTAS.TV - Berabagai dinamika yang terjadi selama ini, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah, masih berdampak pada perekonomian
Satu indikatornya, yakni perkembangan kurs mata uang global, termasuk rupiah.
Pada pembukaan transaksi Pasar Spot Exchange pagi ini, rupiah kembali mengalami pergerakan negatif.
Posisi rupiah terbaru yakni pada level Rp17.646 per dolar Amerika Serikat (AS), lebih lemah 4 poin daripada saat penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, yakni Rp17.642 per dolar AS
Dalam pernyataannya, pengamat ekonomi dna pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, mengiyakan bahwa pergerakan negatif rupiah pada awal pekan ini dipengaruhi dinamika global.
Satu di antaranya, terdampak kisruh antara Iran dan AS yang masih belum mengisyaratkan mereda. (*)
