LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET - IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

Kunjungi SRMP 11 Bandung Barat, Wihaji Perintahkan Integrasi Program Bangga Kencana di Sekolah Rakyat

📖 2 menit baca✍ Singgih Jatmiko🕒 Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 12.44
Kunjungi SRMP 11 Bandung Barat, Wihaji Perintahkan Integrasi Program Bangga Kencana di Sekolah Rakyat

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji berdialog dengan siswa SRMP 11 Kabupaten Bandung Barat saat melakukan kunjungan kerja di Cisarua, Bandung Barat, Rabu (30/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wihaji mendorong integrasi program PIK-R dan Bangga Kencana ke lingkungan Sekolah Rakyat.

PENTAS.TV – BANDUNG BARAT – Ada yang serba pertama dalam kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji ke Kabupaten Bandung Barat, Rabu (30/9/2026).

Wihaji untuk pertama kalinya mengunjungi Sekolah Rakyat di Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia menyambangi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Kabupaten Bandung Barat di Cisarua dan berdialog langsung dengan 87 siswa.

Sebelum berdiskusi dengan para siswa, Wihaji meninjau berbagai fasilitas yang dimiliki SRMP 11 Bandung Barat. Mulai dari asrama, ruang kelas, fasilitas kebersihan, sarana olahraga hingga hasil aktivitas berkebun para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji menyampaikan pesan agar para siswa menjalani proses pendidikan dengan baik dan tidak menjadikan kegiatan belajar sebagai beban.

"Ini adalah program presiden, membuat sekolah yang tidak menjadi beban dan ketakutan bagi usia anak-anak sekolah. Karena tugasnya anak-anak ini cuma 3 B. Belajar, belajar dan belajar," pesan Wihaji.

Ia juga mengingatkan para siswa bahwa setiap proses belajar merupakan bagian yang harus dilalui. Menurutnya, berbagai pengalaman selama menjalani pendidikan tidak perlu menjadi beban.

"Senang dan susah kalau sudah lewat biasa saja. Kita nikmati belajar di sekolah rakyat dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Dalam kegiatan dialog bersama para siswa, Wihaji juga menggali informasi secara langsung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kebutuhan siswa sekaligus mengintegrasikan program di kementeriannya dengan kementerian lain yang memiliki urusan yang saling beririsan.

Wihaji mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Sosial terkait integrasi program tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Sosial. Ke depannya, Pusat Informasi dan Konseling Remaja diminta untuk masuk ke seluruh Sekolah Rakyat," tegas Wihaji.

PIK-R merupakan wadah bagi remaja untuk memperoleh informasi dan konseling terkait berbagai persoalan yang dihadapi, termasuk edukasi kesehatan reproduksi. Dalam kunjungannya, Wihaji juga menekankan pentingnya dukungan bagi para siswa di lingkungan Sekolah Rakyat.

Perintah tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Perwakilan BKKBN Jawa Barat. Dalam kunjungan kerja tersebut, SRMP 11 Bandung Barat langsung membentuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Sekolah Siaga Kependudukan.

"Perintah Pak Menteri langsung kami eksekusi. Di SRMP 11 Bandung Barat sudah dibentuk sekolah siaga kependudukan dan PIK-R. Melalui pembinaan forum GenRe kabupaten dan provinsi, PIK-R SEHATI, Sehat Hebat Aktif dan Peduli, siap memberikan konseling kesehatan reproduksi bagi para siswanya," jelas Dadi.

Pembentukan PIK-R tersebut menjadi bagian dari langkah integrasi program kependudukan dan pembangunan keluarga ke lingkungan Sekolah Rakyat.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk memberikan ruang edukasi bagi siswa mengenai kependudukan, kesehatan reproduksi dan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja.

Di akhir kegiatan, Menteri Wihaji menyerahkan Profil Data Kependudukan Jawa Barat dan Seri Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi kepada SRMP 11 Bandung Barat.

Penyerahan tersebut menandai integrasi program kependudukan dan pembangunan keluarga di lingkungan Sekolah Rakyat.

Melalui integrasi tersebut, program Bangga Kencana diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan proses pendidikan di Sekolah Rakyat, khususnya dalam memberikan pembekalan kepada para siswa mengenai kependudukan, pembangunan keluarga dan kesehatan reproduksi.(GIH/*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.