PENTAS.TV - Tekad besar dan komitmen kuat korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), mengakselerasi dan memperkuat stabilitas serta ketahanan pangan memang terbukti.
Indikatornya, tercermin pada berlimpah ruahnya volume Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mereka kelola. Saat ini, secara total, Perum Bulog mengelola sekitar 5,2 juta ton CBP.
Berlimpahnya stok beras juga terjadi di Tatar Pasundan. Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jabar mengklaim bahwa volume pengelolaan CBP melebihi 800 ribu ton.
Nurman Susilo, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jabar, menginformasikan, saat ini, volume pengelolaan CBP berada pada posisi 847 ribu ton.
"In Syaa Allah, stok beras Jabar mencukupi kebutuhan masyarakat selama 2026," tandas Nurman Susilo dalam keterangannya.
Dia meneruskan, sangat masifnya volume CBP tersebut berkat agresifnya penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani lokal.
Hasil penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras tersebut, ujarnya, memaksimalkan pemanfaatan momentum produksi padi bumi Parahyangan periode 2025, yang volumenya 10,23 juta ton gabah kering.
Tahun ini, tepatnya hingga pertengahan 2026, ungkapnya, pihaknya membukukan penyerapan dan pengadaan sebanyak 1.160.873 ton gabah kering petani lokal.
"Jumlah itu belum termasuk pengadaan 3.090 ton beras. Jadi, apabila setara beras, realisasi pengadaan yakni 596.896 ton," jelas Nurman Susilo. (*)
