LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET - IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

Klaim Bulog dan Bapanas: Stok Beras Jabar  Berlimpah, Harga  Stabil

📖 2 menit bacaErwin🕒 Jumat, 4 September 2026 pukul 14.31
Klaim Bulog dan Bapanas: Stok Beras Jabar  Berlimpah, Harga  Stabil

Perum Bulog Jabar saat pantauan harga beras pada sebuah pasar tradisional di Kota Bandung beberapa waktu lalu. | Credit: (Istimewa) | Source: WordPress Import

PENTAS.TV - Demi stabilitas dan ketahanan pangan, baik harga maupun stok, khususnya komoditas beras, sehingga target swasembada tercapai,, pemerintah menyusun dan mengimplementasikan berbagai rencananya.

Di antaranya, tetap agresif melakukan penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani di seluruh wilayah guna mempermasif stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP)

Hasilnya, secara total, stok beras nasional berlimpah. Tentunya, berlimpahnya CBP berefek positif pada perkembangan harga.

Buktinya, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim bahwa harga beras di Jabar relatif stabil.

Kondisi itu terungkap berdasarkan hasil pemantauan harga pada beberapa pasar tradisional, di antaranya, Pasar Sederhana dan Kosambi.

Jhon Hendra, Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Bapanas, mengatakan, berdasarkan pemantauan pada Pasar Kosambi dan Sederhana bersama Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jabar dan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Daerah (Polda) Jabar, harga beras di Jabar relatif stabil.

"Para pedagang mematoknya sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi)," tandas Jhon Hendra kepada media.

Secara umum, tuturnya, harga beras medium dan premium pada dua pasar ternama di Kota Bandung itu mengacu pada JET, yaitu masing-masing Rp13.500 per kilo gram dan Rp14.900 per kilo gram.
  
"Sama halnya dengan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang nominalnya  Rp12.500 per kilo gram," lanjut dia.

Yuliani Alzam, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil  Jabar,menambahkan, demi stabilitas, pihaknya tetap mengaktifkan penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras.

Hingga 4 September 2026, Yuliani Alzam mengklaim bahwa stok beras di Tatar Pasundan bervolume 640 ribu ton.

Melihat berlimpahnya volume stok beras Jabar tersebut, Yuliani Alzam optimistis bahwa kebutuhan masyarakat tercukupi hingga 2027.

Agar stok CBP di Bumi Parahyangan semakin solid, Yuliani Alzam menegaskan, proses penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras berlanjut pada September-November 2026 hingga bergulirnya musim panen gadu. (*)

 

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.