LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET • IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

Stok Beras Nasional Berlimpah, Bapanas: Jangan Khawatirkan El Nino

📖 2 menit bacaErwin🕒 Kamis, 23 Juli 2026 pukul 11.43
Stok Beras Nasional Berlimpah, Bapanas: Jangan Khawatirkan El Nino

Stok beras nasional berlimpah, bisa mencukupi kebutuhan selama kemarau | Credit: (Instagram)

PENTAS.TV - Setiap tahunnya, ada beberapa momen atau yang berpotensi menyebabkan masyarakat sulit memperoleh bahan pangan karena harganya yang ugal-ugalan. Di antaranya, kemarau.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Juli-September 2026 merupakan puncak musim kemarau.

Apabila benar-benar terjadi,, kemarau bisa menyebabkan terjadinya kekeringan. Efeknya, proses pertanian terkendala.

Dampak lebih luasnya, berpengaruh pada hasil panen sehingga harga jual beras pada level konsumen menjadi mahal .

Karenanya, demi mengantisipasi kondisi itu, sebenarnya, pemerintah melalui seluruh lembaga dan instansinya, termasuk Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), menyusun dan mengimplementasikan berbagai program serta strategi.

Di antaranya, melakukan penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras. Tahun ini, Perum Bulog mengemban tugas berupa penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras dalam volume masif, yakni 4 juta ton.

Berkat upaya keras, hasilnya, pemerintah memiliki stok beras nasional alias Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bervolume masif.

Hingga kini, stok CBP yang dikelola Perum Bulog bervolume 5,2 juta ton.

Mengacu pada posisi CBP terkini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) optimistis bahwa kebutuhan pangan masyarakat, khususnya komoditas beras, bisa terakomodir, selama musim kemarau.

"Stok beras nasional berlimpah, Volumenya, hingga 22 Juli ,2026, sekitar 5,2 juta ton. In Syaa Allah,  aman dan bisa mengakomodir kebutuhan pangan masyarakat," tandas Andi Amran Sulaeman, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), dalam keterangannya.

Andi Amran Sulaeman menegaskan, seyogianya,  berlimpahnya volume CBP yang pengelolaannya oleh Perum Bulog tersebut tidak membuat masyarakat mengkhawatirkan kemungkinan mengalami kesulitan mengakses atau memperoleh beras.

Andi Amran Sulaeman menyatakan, stok CBP selama 2026 jauh lebih masif daripada musim kemarau beberapa tahun sebelumnya.

Dia membandingkannya dengan kondisi beberapa tahun silam. Tiga tahun lalu, ungkap dia, ketika terjadi El Nino, dan puncak kemarau pada Maret 2023,  stok CBP bervolume 1,52 juta ton.

Biasanya, sambung dia, volume kebutuhan pangan selama kemarau tergolong masif, yakni sekitar 3 juta ton.

Artinya, jelas dia, seandainya pada puncak musim kemarau 2026, estimasi kebutuhan beras yakni ,3 juta ton, volume CBP masih surplus sebanyak 2 juta ton lebih.

Agar kebutuhan pangan terakomodir, Andi Amran Sulaeman mengemukakan, bersama Perum Bulog, pihaknya pun senantiasa menggulirkan beberapa agenda.

Di antaranya, beber dia, pendistribusian Program Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) periode Maret-Desember 2026 sebanyak 828 ribu ton.

"Realisasinya sebanyak 507,75 ribu ton atau  61,32 persen rencana," ungkap Andi Amran Sulaeman.

Program berikutnya bersama Perum Bulog, tambahnya, yaitu mengeksekusi Program Bantuan Sosial (Bansos)Pangan Beras periode Juli-September 2026 bervolume 987,2 ribu ton bagi 32,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).(*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.