PENTAS.TV - BANDUNG, Upaya pemerintah bersama seluruh lembaga dan institusinya untuk mengakselerasi terciptanya stabilitas dan ketahanan pangan demi terwujudnya swasembada, terus bergulir secara masif.
Di antaranya, terus menambah stok pangan, khususnya beras. Selain itu, juga mempercepat penyaluran beras.
Gencar dan masifnya penyaluran beras bulan tanpa adanya faktor pendukung. Itu karena stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).yang berlimpah.
Dalam keterangannya, Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), mengklaim, berkat upaya penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras yang intensif oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), hingga 23 Juni 2026, volume stok CBP pada posisi 5,17 juta ton.
"Ketersediaan CBP yang berlimpah itu ditopang oleh penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras, yang sejak awal 2026, bervolume 3,23 juta ton," tandas Andi Amran Sulaiman.
Penopang berikutnya, sahutnya, yaitu stok CBP akhir 2025, yang volumenya 3,24 juta ton, yang sumbernya penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara periode 2025 bervolume 3,43 juta ton.
Keberlimpahan stok CBP itu, lanjut dia, membuat pihaknya pihaknya cukup leluasa untuk mengakselerasi pendistribusian dan penyaluran beras demi stabilitas pasokan dan harga beras.
Realisasi penyaluran beras hingga 29 Juni 2026, ungkap Andi Amran Sulaiman, yakni sebanyak 1,02 juta ton.
Rinciannya, beber dia, sebanyak 601,7 ribu ton merupakan pendistribusian program Bantuan Sosial (Bansos) Pangan Beras.
Lalu, sebanyak 367,8 ribu ton, lanjutnya, terangkum dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Selanjutnya, ujar dia, penyaluran sebanyak 38 ribu ton merupakan program anggaran ASN (Aparatur Sipil Negara).
Sisanya, yakni sebanyak 11,300 ton, kata dia, penyalurannya berskema bantuan tanggap darurat.
Tidak hanya berlimpah, Andi Amran Sulaiman menegaskan, hingga 22 Juni 2026, harga jual beras pada level konsumen dalam kondisi terkendali.
"Secara rata-rata, harga beras kualitas medium, sesuai, bahkan tidak melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi)," tutup Andi Amran Sulaiman. (win/*)
