PENTAS.TV - Tidak ada pembenaran atas sikap unfair alias licik atau korup dalam hal apa pun, tidak terkecuali sepak bola.
Bukti terbaru, teka-teki mengenai dugaan kecurangan dan ketidakjujuran klub top Inggris, Manchester City, selama hampir satu dekade, yakni sejak musim 2011-2012, hingga 2019-2020 terungkap.
Dalam lama resminya, The Premier League, menyatakan Manchester City bersalah melanggar Financial Fair Play (FFF).
Otoritas yang menggulirkan kasta sepak bola paling bergengsi di Inggris, The English Premier League itu menilai The Citizens terbukti melanggar 114 di antara 115 dakwaan dalam proses persidangan yang berlangsung selama hampir dua tahun.
The Premier League menyatakan, ada empat kesalahan dan pelanggaran serius soal pelaporan dan pengelolaan finansial yang dilakukan The Manchester Blue selama satu dekade musim kompetisi, yakni 2011-2012 hingga 2019-2020.
Keempat pelanggaran serius tersebut yaitu pertama adanya dugaan fake contact alias upaya memanipulasi kontrak.
Artinya, tidak ada kesepakatan yang sebenarnya antara The Etihad Army dan partner-partner komersialnya,
Tujuannya, secara manipulatif, untuk memperbanyak revenue klub secara artifisial sekaligus upaya meminimalisir biaya operasional.
Kedua, skuad yang kini dipoles Enzo Maresca tersebut menyusun dan menyampaikan pelaporan berupa data finansial yang terindikasi manipulatif.
Ketiga, The Sky Blue Team melanggar regulasi batas maksimum spending money alias biaya belanja, yakni regulasi FFF, baik versi The Premier League maupun The Union of European Football Association (UEFA).
Keempat, klub sultan ini tidak kooperatif saat proses investigasi berlangsung.
Namun, kasus ini belum tuntas 100 persen. The Premier League belum memutuskan sanksi bagi Manchester City. Selain itu, The Premier League mempersilakan Manchester City untuk mengajukan banding. (*)
