PENTAS.TV - Dunia sepak bola diguncang sebuah mega-skandal yang melibatkan klub elit Inggris, Manchester City.
Komisi independen The Premier League menyatakan The Citizens terbukti bersalah melanggar seluruh dakwaan yang berjumlah 115 dakwaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP) bukan lagi 114 dakwaan berdasarkan informasi terbaru.
Ke-115 pelanggaran itu terjadi secara struktural dan sistematis selama 9 musim kompetisi, yakni sejak 2009-2010 hingga 2017-2018, bukan 2010-2011 hingga 2019-2020 seperti pemberitaan sebelumnya
Namun, Komisi Independen The Premier League belum menetapkan sanksi kepada City. Selain itu, otoritas tersebut pun memberi peluang kepada City mengajukan banding.
Apabila banding tertolak, ada beberapa skenario sanksi bagi Manchester Biru. Apa saja skenarionya?
Pertama, pencabutan gelar The English Premier League. Pada periode 2009-2010 hingga 2017-2018,, City menjadi kampiun sebanyak tiga kali. Yakni periode 2011-2012, 2013-2014, dan 2017-2018.
Jika terjadi pencabutan gelar, ada dua klub yang menjadi penerima kado spesial tersebut. Yakni Manchester United dan Liverpool.
The Red Devils menerima rezeki nomplok berupa 2 titel The English Premier League, yaitu 2011-2012 dan 2017-2018. Jika terjadi, koleksi trofi Liga Primer Setan Merah menjadi 22 piala.
Sedangkan Liverpool kecipratan satu gelar. Yakni, musim 2013-2014. Jadi, secara kumulatif, The Reds berpotensi mengoleksi 21 trofi The English Premier League.
Skenario kedua yaitu pengurangan poin secara sangat signifikan. Skenario ini bisa melemparkan The Manchester Blue terdegradasi pada level The English Football League (EFL).Championship Division (Divisi II Liga Inggris).
Sanksi ini memungkinkan skuad besutan Enzo Maresca tersebut tetap berada pada area piramida kompetisi profesional Inggris.
Skenario ketiga, lebih ekstrim, yaitu pengusiran Manchester City sebagai kontestan The English Premier League.
Apabila terusir, tidak serta merta, The Sky Blue Team bisa menjadi peserta The E FL Championship Division.
Pasalnya, otoritas penyelenggara The English Premier League berbeda dengan The EFL Championship Division.
The English Football League punya regulasi, yakni sebuah klub harus mengawali kiprahnya pada kasta terendah piramida klub profesional, yakni The English Football League Two alias Divisi IV Liga Inggris
Seandainya The English Football League menolak, artinya, The Etihad Army wajib mengajukan permohonan pendaftaran kepada The Football Association (FA).
Kalau FA menerima permohonan itu, City wajib melakoni perjalanannya dari level paling rendah, yakni Divisi V The National League, sebuah panggung amatir. (*)
