PENTAS TV - Hasrat peraih trofi Primera La Liga 2025-2026, Barcelona, untuk kembali back to back sekaligus menjadi yang terbaik pada panggung The Union of European Football Association (UEFA) Champions League (UCL) 2026-2027 begitu menggebu
Tidak heran, pada bursa transfer musim panas 2026, Los Cules aktif berburu amunisi baru, yang beberapa di antaranya berbiaya transfer mahal. Antara lain Anthony Gordon dan Karim Adeyemi.
Meski demikian, perburuan tidak berhenti. Los Blaugrana melanjutkan misi perburuannya.
Satu nama yang paling diidamkan skuad Catalunya ini yaitu midfielder Manchester City peraih Ballon d"Or 2024, Rodrigo Hernandez Cascante alias Rodri.
Setelah melalui serangkaian proses negosiasi, akhirnya, Los Azulgrana menyetujui permintaan The Sky Blue Team berkenaan dengan mahar transfer Rodri, yang nilai totalnya 76,5 juta euro.
Namun, muncul pertanyaan, apakah perekrutan Rodri oleh El Barca merupakan strategi tepat atau justru blunder?
Pasalnya,, The Spaniard memasuki usia senja, yakni 30 tahun. Lalu, sang pemain pun rentan cedera.
Rekam jejak media menunjukkan bahwa pada September 2024, Rodri mengalami cedera lutut yang parah. Efeknya, Rodri melewatkan 51 pertandingan The Citizens.
Selain itu, biaya transfer Rodri pun berpotensi membuat skuad yang bermarkas di Estadio Nou Camp ini terkena sanksi Financial Fair Play (FFP), regulasi keuangan yang diterapkan UEFA.
Apabila melanggar, tentunya, Barcelona bisa terkena sanksi UEFA. Karena itu, guna menyeimbangkan neraca keuangannya, mau tidak mau, Barcelona harus melepas beberapa nama lainnya.
Jadi, apakah perekrutan Rodri itu adalah strategi cerdas Barcelona, atau justru blunder? Kita lihat perkembangannya. (*)
