PENTAS.TV-BANDUNG, – Ada alasan khusus di balik pilihan Bandung sebagai kota pertama dalam rangkaian tur perdana Tape Toy di Indonesia. Band indie pop asal Belanda tersebut ternyata memiliki ikatan emosional dengan Kota Bandung karena nenek sang vokalis, Roos Van Tuil, lahir di kota ini.
Kehadiran Tape Toy di Bandung menjadi bagian dari program pertukaran budaya yang digagas Erasmus Huis, pusat kebudayaan Belanda di Indonesia yang berada di bawah Kedutaan Besar Belanda.
Project Manager Erasmus Huis, Adriana Marantika Siloy, mengatakan kedatangan Tape Toy bukan sekadar untuk menggelar konser. Penampilan tersebut menjadi bagian dari diplomasi budaya yang mempertemukan musisi Belanda dengan komunitas musik independen di Indonesia.
"Harapan itu bukan hanya satu arah untuk menunjukkan ini band Belanda dan mereka bisa nyanyi lagu indie pop, tapi sebenarnya juga untuk ketemu dengan warga Bandung, warga Jogja, warga Jakarta dan untuk exchange, untuk pertukaran, saling ngobrol tentang music industry indie pop," ujar Adriana.
Setelah tampil di Bandung, Tape Toy melanjutkan rangkaian tur ke Yogyakarta dan Jakarta. Di Jakarta, grup tersebut juga dijadwalkan mengikuti diskusi bersama komunitas musik independen.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Indonesia, Tape Toy akan kembali ke Belanda untuk merilis album terbaru dan menjalani tur di Jerman.
Adriana menjelaskan Bandung dipilih bersama Yogyakarta dan Jakarta karena ketiga kota tersebut dinilai memiliki ekosistem musik independen yang kuat dan kreatif.
"Bandung, Jogja, sama Jakarta very creative dan menurut kita musiknya warga di sini bisa mengerti kalau indie pop-nya. Dan mungkin appreciate, di sini juga ada banyak band-band indie pop," katanya.
Menurut Erasmus Huis, keberadaan komunitas musik independen di tiga kota tersebut menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan musisi dari Indonesia dan Belanda.
Pertemuan itu tidak hanya berlangsung melalui penampilan musik, tetapi juga membuka kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai perkembangan industri musik indie pop.
Bagi Roos, penampilan Tape Toy di Bandung memiliki makna yang lebih personal. Vokalis tersebut mengungkapkan bahwa neneknya lahir di Kota Bandung.
Karena itu, kedatangan Tape Toy untuk pertama kalinya ke Indonesia sekaligus tampil di kota tempat neneknya dilahirkan menjadi pengalaman yang sangat istimewa.
"Ini adalah pertama kalinya kami ke Indonesia. Kami tampil di kota tempat nenek saya dilahirkan. Ini sangat, sangat berarti bagi saya," ujar Roos.
Roos juga berharap Tape Toy dapat kembali tampil di Indonesia pada kesempatan berikutnya.
"Kami berharap bisa kembali lagi dan tampil lebih banyak di Indonesia, menikmati budayanya, masyarakatnya, dan makanannya. Makanannya sangat enak," katanya.
Erasmus Huis menyatakan program pertukaran budaya melalui musik akan terus dilanjutkan dengan menghadirkan berbagai genre.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Belanda melalui jalur kebudayaan.
Kehadiran Tape Toy di Bandung sekaligus menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi ruang pertemuan bagi musisi dan komunitas dari dua negara untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta membangun hubungan yang lebih luas melalui ekosistem musik independen.(GIH/*)
