PENTAS.TV - Kehebohan melanda sepak bola Eropa dan dunia, terutama Inggris. Yakni terbukti bersalahnya Manchester City atas 114 di antara 115 dakwaan The Premier League soal pelaporan keuangan atau Financial Fair Play (FFF).
Memang, The Premier League belum memutuskan sanksi bagi The Manchester Blue. Ada beberapa skenario pemberlakuan sanksi bagi City
Yang paling panas, yakni tuntutan klub-klub untuk menganulir gelar The English Premier League pada kurun waktu hampir satu dekade, yakni 2011-2012 hingga 2019-2020 dan menyerahkannya kepada posisi runner-up.
Jika pencabutan gelar The Citizens berlaku, dua klub menerima rezeki nomplok, yakni Manchester United dan Liverpool.
The Red Devils menambah dua koleksi trofi The English Premier League.
Yaitu, musim 2011-2012, kala Setan Merah masih ditangani arsitek legendaris, Sir Alex "Fergie" Ferguson.
Kemudian, musim 2017-2018 ketika The Manchester Red dipoles Jose "The Special One" Mourinho.
Ini berarti, The Old Trafford Army berpeluang menambah koleksi gelar Liga Primer Inggris menjadi 22 trofi.
Begitu pula dengan Liverpool. Seandainya sanksi pencabutan gelar berlaku, koleksi gelar The Reds bertambah menjadi 21 trofi.
Pasalnya, Si Merah berhak atas "hadiah" berupa 1 trofi The English Premier League. Yaitu, musim 2013-2014,
Apabila seluruh tuntutan klub-klub kontestan kasta sepak bola paling bergengsi di Inggris lainnya disetujui The Premier League, Manchester City wajib tampil pada liga terbawah, yakni The National League.
Sanksi lainnya, berupa pengurangan nilai sampai 60 poin Jika terjadi, tentunya Manchester City terdegradasi pada ajang The English Football League (EFL) Championship Division alias Divisi II Liga Inggris.
Persoalannya, EFL Champions Division pun menolak kehadiran Manchester City Apabila demikian, sangat mungkin, The Manchester Blue harus mengawali kiprahnya pada kasta paling rendah. (*)
