PENTAS.TV - Status dan predikat kereta sebagai moda transportasi publik terfavorit semakin tidak terbantahkan.
Faktanya, volume penumpang kereta api terus bertambah. Selama tujuh bulan awal 2026, ratusan juta orang penumpang memanfaatkan kereta sebagai moda transportasi publik pilihan utama, baik kereta jarak jauh maupun commuter line.
Anne Purba, Vice President Public Relations & Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), mengungkapkan, pada Januari-Juli 2026, pihaknya mengakomodir mobilitas 307.860.743 orang penumpang.
"Perbandingannya dengan Januari-Juli 2025, yang jumlahnya 284.202.884 orang penumpang, terjadi pertambahan 8,32 persen," tandas Anne Purba, dalam keterangannya.
Dia meneruskan, membludaknya volume penumpang itu terjadi pada seluruh lini operasional. Yakni, sebut dia, kereta jarak jauh dan lokal, Commuter Line, Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek), kereta wisata,trans Sulawesi, kereta bandar udara (bandara), dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh.
Secara terperinci, Anne Purba mengemukakan, pada akhir Juli tahun ini, Commuter Line menjadi rangkaian kereta terfavorit masyarakat.
Pada Juli 2026, ujar Anne Purba, Commuter Line melayani sebanyak 242.932.764 orang penumpang.
Jumlah tersebut, sahutnya, lebih berjubel 6,65 persen daripada periode Januari-Juli 2025, yakni sebanyak 227.781.787 orang penumpang.
Terfavorit selanjutnya ujar Anne Purba, yakni kereta jarak jauh dan lokal. Volume penumpangnya, sebut dia, berjumlah 35.257.646 orang penumpang, melebihi realisasi Januari-Juli 2025 yang banyaknya 32.758.315 orang atau bertambah 7,66 persen secara tahunan.
Volume penumpang LRT Jabodebek selama tujuh bulan perdana 2026 pun membludak. Jumlahnya, ujar Anne Purba, yakni bertambah 20,96 persen lebih banyak daripada Januari-Juli 2025, menjadi.19.079.347 orang penumpang.
"Periode sama 2025, jumlah penumpang LRT Jabodebek yakni 15.772.638 orang," kata Anne Purba.
Mantan Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) ini melanjutkan, pada periode sama 2026, kereta wisata yang dikelola PT KAI (Persero) Wisata pun berjubel.
Volume penumpangnya, tambah Anne Purba, berjumlah 188.860 orang, bertambah 49,95 persen daripada akhir Juli 2025, yang jumlahnya 125.946 orang.
Bertambahnya volume penumpang juga terjadi pada Trans Sulawesi. Di wilayah ini, kata Anne Purba, sebanyak 206.651 orang menggunakan kereta untuk melintasi rute Makassar-Parepare.
Jika membandingkannya dengan tujuh bulan perdana 2025, yang jumlahnya 181,876 orang, jelas Anne Purba, terjadi pertambahan 13,62 persen.
Sama halnya dengan rangkaian yang dikelola PT KAI (Persero) Bandara dan LRT Sumatera Selatan.
Pada Januari-Juli 2026, sahut Anne Purba, volume penumpangnya masing-masing berjumlah 4.073.492 orang dan 2.604.587 orang.
"Sedangkan volume penumpang Whoosh berjumlah 3.517.396 orang pada Januari-Kuni 2026, bertambah 0,01 persen lebih banyak daripada periode sama 2025, yang sebanyak 3.516.906 orang," papar Anne Purba. (*)
