PENTAS.TV - BANDUNG, Tidak bisa terpungkiri lagi, bahwa kereta semakin menjelma sebagai moda transportasi publik terfavorit.
Satu indikatornya tercermin pada semakin membludaknya volume penumpang Commuter Line di berbagai daerah operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), termasuk Wilayah 2 Bandung.
Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI), mengklaim bahwa di Wilayah 2 Bandung, volume penumpang Commuter Line super berjubel.
Pada semester pertama 2026, kata Karina Amanda, pihaknya sibuk melayani dan mengakomodir mobilitas sebanyak 10.106.910 orang penumpang Commuter Line.
"Perbandingannya dengan periode sama 2025, bertambah 9,2 persen. Volume penumpang Commuter Line pada semester awal tahun lalu, berjumlah 9.258.327 orang," tandas Karina Amanda.
Realisasi volume penumpang periode Januari-Juni 2026 pun, sahutnya, lebih banyak daripada periode sama 2024, yakni berjumlah sekitar 7,75 juta orang, yang juga 7,19 persen melebihi Januari-Juni 2023, sebanyak 7,23 juta orang.
Masifnya volume penumpang tersebut, lanjutnya, tidak hanya saat weekend dan long weekend, tetapi juga weekday. Itu menunjukkan, sambungnya, kereta, khususnya Commuter Line semakin menjadi pilihan utama dan moda transportasi publik terfavorit.
Pada weekday, kata Karina Amanda, secara rata-rata, volume penumpang Commuter Line di Wilayah 2 Bandung berjumlah 50.148 orang.
Sedangkan saat weekend dan long weekend, tambah wanita berambut pendek ini, volumenya lebih masif, yakni rata-rata 65.522 orang.
Di antara stasiun-stasiun yang menjadi titik keberangkatan dan kedatangan di Wilayah 2 Bandung, tuturnya, Stasiun Bandung menjadi yang tersibuk.
Pada semester pertama 2026, mobilitas sebanyak 1.355.118 orang penumpang terlayani di Stasiun Bandung.
Stasiun Cikarang dan Cicalengka menjadi titik tersibuk berikutnya. Volume penumpangnya, kata Karina Amanda, masing-masing berjumlah 1.095.992 orang dan 977.190 orang.
Terakomodirnya para penumpang Commuter Line di Wilayah 2 Bandung tersebut, imbuh Karina Amanda, berkat pengaktifan 57 jadwal perjalanan per hari.
Tidak itu saja, ujarnya, ketepatan waktu perjalanan pun menjadikan Commuter Line sebagai pilihan utama masyarakat untuk bepergian .
"Pada semester awal tahun ini, persentase OTP (On Time Performance)atau ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan yakni 99,7 persen serta 99,5 persen," paparnya. (*)
