PENTAS.TV - Banyak indikator yang menunjukkan sebuah industri atau korporasi mengalami pergerakan positif. Antara lain, bertambahnya jumlah konsumen atau pelanggan.
Pertambahan pelanggan pun dialami korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor ketenagalistrikan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).
Buktinya, di Tatar Pasundan, jumlah pelanggan bisnis PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) terus bertambah. Ini pun sebagai pertanda bahwa perekonomian Bumi Parahyangan bergeliat..
Dalam keterangannya, Muhammad Joharifin, General Manager (GM) PT PLN (Persero) UID Jabar, mengklaim bahwa pada semester pertama 2026, jumlah pelanggan bisnis dan industri bertambah
"Pada Juni 2026, kami melayani sebanyak 1.054.347 pelanggan bisnis, bertambah 11,32 persen secara tahunan," tandas Muhammad Joharifin.
Pada periode sama tahun lalu, lanjut dia, jumlah pelanggan bisnis yang terlayani pihaknya berjumlah 947.135 pelanggan.
Sama halnya dengan pelanggan industri. Pelanggan golongan ini, lanjut Muhammad Joharifin, pada akhir Juni 2026, jumlahnya lebih masif 8,38 persen daripada Juni 2025, yakni menjadi 20.762 pelanggan.
"Tahun sebelumnya, sebanyak 19.157 pelanggan (industri)," sambung Muhammad Joharifin.
Dia berpendapat, bertambahnya jumlah pelanggan bisnis dan industri mengisyaratkan bahwa roda perekonomian dan aktivitas produktif di Jabar mengalami pergerakan positif.
.
Tentunya, agar bertambahnya jumlah pelanggan tersebut, tegas dia, perlu pihaknya imbangi oleh pasokan daya yang lebih sempurna dan andal melalui kesiapan pelayanan yang lebih prima serta optimal, infrastruktur, dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Muhammad Joharifin pun berpandangan bahwa menggeliatnya sektor-sektor produktif, termasuk industri dan bisnis di Jabar seiring dengan geliat investasinya.
.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar menunjukkan, pada semester pertama 2026, nilai investasi di Jabar bernominal Rp138,13 triliun. Investasi mewah itu, kata dia, menyerap tenaga kerja sebanyak 246.887 orang.
Data DPMPTSP Jabar tersebut pun, kata Muhammad Joharifin, secara tidak langsung, menunjukkan bahwa Tatar Pasundan masih seksi sebagai investasi.
Realisasi investasi pada semester I 2026 menempatkan Jabar termasuk tujuan utama para investor, baik mancanegara maupun domestik. (*)
