LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET - IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

Ciri Performa Apik dan Solid PLN di Jabar: Pelanggan Bisnis Bertambah, Jadi Berapa Banyak?

📖 2 menit bacaErwin🕒 Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 11.33
Ciri Performa Apik dan Solid PLN di Jabar: Pelanggan Bisnis Bertambah, Jadi Berapa Banyak?

Petugas PLN mengecek fasilitas kelistrikan. | Credit: (Istimewa)

PENTAS.TV - Banyak indikator yang menunjukkan sebuah industri atau korporasi mengalami pergerakan positif. Antara lain, bertambahnya jumlah konsumen atau pelanggan.

Pertambahan pelanggan pun dialami korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor ketenagalistrikan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).

Buktinya, di Tatar Pasundan, jumlah pelanggan bisnis  PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) terus bertambah. Ini pun sebagai pertanda bahwa perekonomian Bumi Parahyangan bergeliat..

Dalam keterangannya, Muhammad Joharifin, General Manager (GM) PT PLN (Persero) UID Jabar, mengklaim bahwa pada semester pertama 2026, jumlah pelanggan bisnis dan industri bertambah

"Pada Juni 2026, kami melayani sebanyak 1.054.347 pelanggan bisnis, bertambah 11,32 persen secara tahunan," tandas Muhammad Joharifin.

Pada periode sama tahun lalu, lanjut dia, jumlah pelanggan bisnis yang terlayani pihaknya berjumlah 947.135 pelanggan.

Sama halnya dengan pelanggan industri. Pelanggan golongan ini, lanjut Muhammad Joharifin, pada akhir Juni 2026, jumlahnya lebih masif 8,38 persen daripada Juni 2025, yakni menjadi 20.762 pelanggan.

"Tahun sebelumnya, sebanyak 19.157 pelanggan (industri)," sambung Muhammad Joharifin.

Dia berpendapat, bertambahnya jumlah pelanggan bisnis dan industri mengisyaratkan bahwa roda perekonomian dan aktivitas produktif di Jabar mengalami pergerakan positif.

Tentunya,  agar bertambahnya jumlah pelanggan tersebut, tegas dia, perlu pihaknya imbangi oleh pasokan daya yang lebih sempurna dan andal melalui kesiapan pelayanan yang lebih prima serta optimal,  infrastruktur, dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

Muhammad Joharifin pun berpandangan bahwa menggeliatnya sektor-sektor produktif, termasuk  industri dan bisnis di Jabar seiring dengan geliat investasinya.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar menunjukkan, pada semester pertama 2026, nilai investasi di Jabar bernominal Rp138,13 triliun. Investasi mewah itu, kata dia, menyerap  tenaga kerja sebanyak 246.887 orang.

Data DPMPTSP Jabar tersebut pun,  kata Muhammad Joharifin, secara tidak langsung, menunjukkan bahwa Tatar Pasundan masih seksi sebagai investasi.

Realisasi investasi pada semester I 2026 menempatkan Jabar termasuk tujuan utama para investor, baik mancanegara maupun domestik. (*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.