PENTAS.TV - Performa dan kinerja apik serta solid sebuah industri atau korporasi tidak hanya berkaitan dengan keuangan, tetapi juga faktor lainnya, antara lain, keselamatan.
Berkenaan dengan keselamatan kerja, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berstatus industri strategis, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) patut memperoleh acungan jempol.
Pasalnya, selama Januari-Juni 2026, di Jabar, PT PLN (Persero) berhasil mewujudkan Zero-Accident.
"Ini menjadi bukti bahwa implementasi pola kerja serta budaya yang juga mengedepankan dan memprioritaskan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan (K3L dan Kam) atau HSSE (Health, Safety, Security, & Environment) berlangsung secara positif dan berkesinambungan," tandas Muhammad Joharifin, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar.
Suksesor Sugeng Widodo ini meneruskan, terciptanya Zero-Accident tersebut melalui penerapan beberapa agenda dan program berbasis HSSE.
Di antaranya, sebut dia, memberlakukan Contractor Safety Management System (CSMS), Safety Alignment, Safety Committee, dan Identifikasi Bahaya.
Kemudian, sambung dia, penerapan Identifikasi Penilaian dan Pengendalian Risiko dan Peluang (IBPPRP). Termasuk, sahutnya, memperkuat dan menyempurnakan manajemen HSSE secara lebih terintegrasi.
Yang tidak kalah pentingnya, sambungnya, secara rutin, pihaknya pun mengecek kondisi kesehatan seluruh pekerjanya.
"Juga melangsungkan program pelatihan dan edukasi mengenai kesehatan, termasuk monitoring-nya," ucap Muhammad Joharifin.
Berkat penerapan pola HSSE, Muhammad Joharifin menyatakan, pihaknya bersyukur meraih award Zero-Accident persembahan Direksi PT PLN (Persero).
Muhammad Joharifin berpandangan, Zero-Accident bukan sebatas sebuah indikator kinerja positif, melainkan juga berkat komitmen dan disiplin mengimplementasikan pola serta budaya HSSE secara konsisten. (*)
