PENTAS.TV -Menggaransi proyek, baik menggarap pembangunan atau merenovasi gedung, rumah memang bisa menggeliatkan perekonomian.
Namun ,ada beberapa aspek yang wajib menjadi perhatian kala membangun atau merenovasi sebuah bangunan. Antara lain, yang berkaitan dengan kelistrikan.
Karena itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) memiliki tips guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya hubungan arus pendek ketika berlangsungnya proyek pembangunan atau renovasi bangunan.
"Sangat penting untuk memperhatikan risiko kelistrikan dalam sebuah proyek pembangunan atau renovasi? Terlebih, lokasinya berjarak dekat dengan jaringan atau instalasi listrik," tandas Muhammad Joharifin , General Manager (GM).PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar.
Muhammad Joharifin mengatakan, ada beberapa tips agar pembangunan atau renovasi bangunan, termasuk rumah tetap aman tanpa mengganggu atau berpotensi berdampak pada kelistrikan
Pertama, jelas dia, perhatikan jarak antara bangunan, pekerja, material dan jaringan listrik. Jarak amannya minimal 3 meter dari jaringan listrik
Kedua, sambungnya, perhatikan kondisi jaringan listrik di sekitar lokasi sebelum memulai pekerjaan .
Ketiga, lanjutnya, para pekerja wajib waspada ketika memindahkan atau menggunakan material berukuran panjang dan berpotensi sebagai penghantar listrik, seperti besi, rangka atap, pipa, maupun tangga.
Keempat, seru Muhammad Joharifin, saat melakukan pekerjaan bagian atas bangunan, para pekerja wajib memperhatikan posisi, jarak, serta ketinggian dengan jaringan listrik.
.
Kelima, tegas dia, jangan memindahkan, menggeser, menaikkan, menurunkan, maupun menangani jaringan dan aset kelistrikan PLN secara mandiri untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan.
Jika posisi jaringan terlalu dekat, sehingga perlu ada pemindahan, penggeseran, dan penanganan jaringan lainnya, kata Muhammad Joharifin, segera konfirmasikan kepada PT PLn (Persero) serta sebaiknya hentikan aktivitas pekerjaan untuk sementara waktu.
Keenam, imbuhnya, lakukan perencanaan pemasangan instalasi listrik pada bangunan yang dalam tahap pembangunan atau renovasi tersebut.
"Misalnya, perhitungkan dan cermati penempatan KWh (Kilo Watt-hour) meter,panel listrik, sakelar, dan lainnya, termasuk jalur kabel," tuturnya.
Ketujuh, tambah dia, sesuaikan kapasitas listrik sesuai kebutuhan, semisal, ketika mempergunakan peralatan berdaya masif.
Kedelapan, perlengkapan instalasi jaringan listrik, termasuk kabel, ucapnya, harus standar dan sesuai kapasitas beban. Pemasangannya pun, oleh tenaga pekerja atau petugas yang kompeten. (*)
