PENTAS.TV-BANDUNG – Hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang kembali terjalin melalui bidang pendidikan dan kuliner. Lembaga Pendidikan Terapan (LPT) Panghegar Bandung menerima kunjungan Lembaga Persahabatan Indonesia Hamamatsu, organisasi yang selama ini menjadi salah satu jembatan kerja sama Indonesia-Jepang di bidang budaya dan pendidikan.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa jurusan Tata Boga LPT Panghegar untuk mendapatkan pengalaman belajar langsung dari chef asal Jepang.
Direktur II LPT Panghegar, Zoel Ichwan Sy., mengatakan kunjungan Lembaga Persahabatan Indonesia Hamamatsu kali ini merupakan kunjungan kedua setelah sebelumnya pernah dilakukan sekitar 2006.
Kerja sama tersebut turut diinisiasi bersama Dewi Saparina, Kepala Program Studi S1 Bahasa Jepang Universitas Nasional Pasim, yang selama ini aktif menjembatani komunikasi antara LPT Panghegar dengan pihak Jepang.
Menurut Zoel, kunjungan kali ini membawa misi khusus, yakni memperkenalkan masakan Jepang secara langsung kepada mahasiswa dan mahasiswi jurusan Tata Boga.
Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa ketika memasuki industri kuliner, terutama bagi mereka yang ingin mengembangkan kemampuan dalam mengolah berbagai masakan khas Jepang.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh tutorial memasak secara langsung dari Chef Tomonaga, chef asal Jepang yang didatangkan oleh Lembaga Persahabatan Indonesia Hamamatsu.
Chef Tomonaga berbagi pengetahuan serta teknik memasak yang menjadi bagian dari kuliner otentik Jepang.
“Ilmu yang diberikan Tomonaga sangat bermanfaat bagi pengembangan Lembaga Pendidikan Terapan Panghegar Bandung,” ujar Zoel, Senin (10/8/2026).
Salah satu menu yang diajarkan dalam kegiatan tersebut adalah sushi, hidangan Jepang yang kini semakin populer dan menjadi salah satu pilihan kuliner favorit di kalangan generasi muda Indonesia.
Materi masakan Jepang tersebut juga menjadi bagian dari kurikulum oriental menu yang diajarkan kepada mahasiswa LPT Panghegar.
Zoel menilai perkembangan kuliner Jepang di Kota Bandung dan Jawa Barat semakin menunjukkan potensi yang besar.
Hal itu terlihat dari semakin banyaknya restoran dengan konsep Jepang, khususnya kedai sushi, yang hadir di berbagai wilayah.
Menurutnya, perkembangan tersebut sejalan dengan banyaknya alumni LPT Panghegar yang memilih berkarier langsung di Jepang.
Peluang tersebut juga semakin terbuka seiring kebijakan pemerintah Jepang yang memberikan kesempatan lebih luas bagi sumber daya manusia asal Indonesia untuk bekerja di Negeri Sakura.
Karena itu, penguasaan keterampilan kuliner Jepang dinilai dapat menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda yang ingin membangun karier di industri kuliner, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
LPT Panghegar sendiri selama ini mengembangkan pendidikan yang berorientasi pada keterampilan dan kebutuhan dunia kerja, termasuk bidang perhotelan, kuliner, barista, dan pastry.
Untuk memperkuat hubungan yang telah terjalin, LPT Panghegar berencana segera menindaklanjuti kunjungan tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU bersama Lembaga Persahabatan Indonesia Hamamatsu.
Sejumlah pejabat terkait juga akan diundang dalam proses tersebut sebagai bentuk pengakuan resmi terhadap kemitraan kedua lembaga.
Kerja sama diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan kunjungan dan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi program pertukaran pengetahuan, budaya, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Selain meningkatkan kompetensi mahasiswa, LPT Panghegar juga berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pengajarnya.
Sebanyak 10 instruktur LPT Panghegar rencananya akan dikirim untuk mengikuti sertifikasi metodologi pengajaran.
Program tersebut akan melengkapi sertifikasi teknis yang sebelumnya telah dimiliki para instruktur dari lembaga sertifikasi profesi.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan menghasilkan tenaga pengajar yang semakin mumpuni sekaligus mendorong para instruktur untuk terus memperbarui pengetahuan dan kemampuan sesuai perkembangan dunia industri.
Sementara itu, Ketua Lembaga Persahabatan Indonesia Hamamatsu, Ota Kaita, mengaku terkesan melihat perkembangan kuliner Jepang di Kota Bandung.
Menurut Ota, kunjungan rutin tahunan ke Bandung selalu memberikan kejutan tersendiri, terutama ketika melihat semakin banyak restoran sushi dan tingginya antusiasme masyarakat yang datang.
“Banyaknya restoran sushi di Bandung membuat kami terkejut sekaligus bangga,” kata Ota Kaita.
Ia berharap momentum kunjungan tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang budaya serta kemasyarakatan.
Khusus dalam bidang pendidikan kuliner, Ota berharap hubungan yang selama ini terjalin antara LPT Panghegar dan Lembaga Persahabatan Indonesia Hamamatsu dapat terus dikembangkan.
Kolaborasi lintas negara tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kali kunjungan. Sebaliknya, kerja sama dapat berkembang menjadi jembatan pertukaran ilmu dan budaya yang berkelanjutan sekaligus membuka semakin banyak peluang karier internasional bagi generasi muda Indonesia di bidang kuliner.(Gih/*)
