LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET - IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

Catat dan Simak Tips Bank BJB Tangkal Penipuan Keuangan

📖 3 menit bacaErwin🕒 Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 09.09
Catat dan Simak Tips Bank BJB Tangkal Penipuan Keuangan

Masyarakat wajib mewaspadai aksi penipuan jasa keuangan. | Credit: (Ilustrasi Instagram)

PENTAS.TV - Perkembangan teknologi digital memang mempermudah berbagai aktivitas masyarakat, tidak hanya soal komunikasi dan interaksi, tetapi juga bertransaksi keuangan secara lebih efektif, efisien, real time, dan transparan.

Meski demikian, ibarat dua mata pisau, kemajuan teknologi pun memiliki sisi negatif . Yakni, dimanfaatkan segelintir kelompok untuk meraup keuntungan secara ilegal, yakni berupa penipuan

Melihat hal itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb, mewanti-wanti seluruh masyarakat, termasuk para nasabahnya, agar lebih mewaspadai berbagai modus kejahatan dan aksi penipuan berbasis digital

"Kami  mengimbau masyarakat, khususnya para nasabah, agar lebih ekstra mewaspadai berbagai modus  penipuan, termasuk yang mengatasnamakan bank bjb, baik melalui telepon, pesan singkat, media sosial, electronic mail (e-email), maupun aplikasi perpesanan seperti WhatsApp," seru Irwan Riswandi, Pemimpin Divisi Corpprate Secretary bank bjb.

Saat ini, lanjut Irwan Riswandi, dalam aksinya, pelaku kejahatan siber memiki beragam metode social engineering agar  memperoleh kepercayaan korban.

Modusnya, sahut dia, semakin beragam, misalnya  penawaran hadiah, promo, pembaruan data, dan aktivasi rekening.

"Lalu, bantuan mengatasi kendala transaksi, permintaan verifikasi identitas yang mengarahkan korban untuk meng-klik tautan (link) tertentu," tuturnya.

Kemudian, sambung Irwan Riswandi, pelaku  menghubungi calon korban menggunakan nomor WhatsApp yang mengatasnamakan bank bjb.

Bahkan, kata Irwan Riswandi, agar lebih meyakinkan, para pelaku membuat akun media sosial, nomor WhatsApp, maupun situs palsu yang menyerupai identitas resmi bank bjb.

Apabila korban percaya, lanjutnya,  pelaku  meminta informasi rahasia seperti User ID, password, Personal Identity Number (PIN), kode One Time Password (OTP), nomor kartu debit atau kartu kredit, termasuk kode Card Verification Value/Card Verification Code (CVV/CVC).

Irwan Riswandi menyatakan, PIN, password, User ID, kode OTP, nomor kartu, maupun CVV/CVC, merupakan data pribadi nasabah bersifat rahasia dan hanya diketahui oleh pemilik rekening.

Tentunya, ujar Irwan Riswandi,  para pelaku menyalahgunakan informasi-informasi tersebut. Para pelaku mengambil alih akses rekening dan bebas bertransaksi tanpa sepengetahuan nasabah.

Agar masyarakat, khususnya para nasabah terlindungi dan tidak menjadi korban penipuan, tegas Irwan Riswandi, pihaknya berkomitmen kuat komitmen menjaga keamanan transaksi dan  nasabah supaya tidak menjadi korban  kejahatan siber.

"Secara konsisten, kami pun melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan memperkuat  literasi digital," papar dia.

Pihaknya, tambah Irwan Riswandi, tidak pernah meminta data rahasia nasabah dalam bentuk apa pun, baik  melalui melalui telepon, Short Massage Service (SMS), WhatsApp, e-email, media sosial, maupun mengirimkan tautan kepada nasabah.

Selain itu, imbuhnya, pihaknya pun tidak pernah menghubungi nasabah menggunakan nomor WhatsApp pribadi pegawai atau nomor selain   kanal resmi bank bjb. 

Jika ada pihak-pihak yang menghubungi melalui WhatsApp dan meminta data perbankan, menawarkan bantuan transaksi, ataupun mengarahkan nasabah untuk melakukan transfer dana, Irwan Riswandi menyarankan para nasabah dan masyarakat agar mengabaikannya. "itu merupakan upaya penipuan," ucap dia

Untuk menghindari penyalahgunaan identitas perusahaan, bank bjb mengingatkan masyarakat agar hanya memperoleh informasi dan berinteraksi melalui  Nomor WhatsApp Resmi bank bjb hanya 0811 2023 373 yang terverifikasi. 

Nasabah diimbau untuk tidak mempercayai nomor WhatsApp lain yang mengatasnamakan bank bjb, meskipun menggunakan foto profil logo bank bjb atau mengaku sebagai petugas bank.

Apabila menerima pesan atau panggilan WhatsApp dari nomor selain WhatsApp Resmi bank bjb, jangan memberikan informasi pribadi, tidak mengikuti instruksi yang diberikan, serta segera mengakhiri komunikasi.

Irwan Riswandi meneruskan, apabila masyarakat atau nasabah menerima pesan, telepon, email, tautan, ataupun chat WhatsApp yang mengatasnamakan bank bjb,  jangan meresponnya.

"Juga, jangan  memberikan data pribadi maupun data lainnya. Segera  konfirmasi melalui  kanal-kanal resmi kami," saran Irwan Riswandi.

Karenanya, bank bjb memberi tips bagi masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan.  Seperti apa tips nya? Simak di bawah ini.

1. Jangan pernah membagikan PIN, password, User ID, kode OTP, nomor kartu, maupun CVV/CVC kepada siapa pun.

2. Jangan mudah percaya terhadap pesan atau telepon yang bersifat mendesak, menawarkan hadiah, promo, ataupun meminta pembaruan data.

3. Jangan mengklik tautan yang diterima dari sumber yang tidak diketahui atau belum dipastikan keasliannya.

4. Selalu memeriksa alamat website (URL) sebelum memasukkan data pribadi dan memastikan berasal dari domain resmi bank bjb.

5. Pastikan seluruh komunikasi dengan bank bjb dilakukan melalui WhatsApp Resmi bank bjb atau kanal resmi lainnya.

6. Segera mengganti password serta melaporkan kepada bank bjb apabila merasa data pribadi telah diketahui oleh pihak lain.

Kanal Komunikasi Resmi bank bjb
1. Website: www.bankbjb.co.id
2. Emailbjbcare@bankbjb.co.id
3. WhatsApp: 0811 2023 373 (terverifikasi)
4. bjb Call14049
5. Instagram: @bankbjb (terverifikasi)
6. Facebook:  bank bjb (terverifikasi)
7. TikTok: @infobankbjb 
8. X (Twitter): @infobankbjb 
9. YouTube: @bankbjbofficial.   (*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.