PENTAS.TV - BANDUNG, Memahami dan mengetahui produk-produk jasa keuangan termasuk aspek serta elemen penting dalam perekonomian.
Karena itu, industri jasa keuangan (IJK) tetap agresif menggulirkan agenda literasi dan Inklusi keuangan. Seperti yang dilakukan duet PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jabar.
Irwan Riswandi, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, dalam keterangannya, mengemukakan, demi terciptanya ekosistem sistem keuangan yang mumpuni, inklusif, dan berkesinambungan, pihaknya gencar menggulirkan program literasi-inklusi keuangan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan disabilitas.
"Kami membuktikannya melalui peran aktif dalam program yang diinisiasi OJK Jabar, DIA KITA (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta)," tandas Irwan Riswandi.
Dalam program DIA KITA, jelas Irwan Riswandi, agar menuai hasil optimal, selain OJK Jabar, pihaknya pun melibatkan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Bandung.
Pihaknya pun, sambung dia, menyertakan Duta Literasi Keuangan OJK Jabar sekaligus Certified Financial Planner, Farizy Yunasz. Lokasinya, kata dia, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri A Bandung.
Melalui DIA KITA, jelas Irwan Riswandi, para peserta kalangan disabilitas netra, memperoleh pemahaman perencanaan dan pengelolaan keuangan secara sehat.
Lalu, lanjutnya, memperoleh edukasi tentang pentingnya menabung. Termasuk, ujarnya, pengenalan sejumlah produk dan pelayanan keuangan yang aman dan legal.
Tidak itu saja, tambah dia, para peserta memperoleh informasi tentang pentingnya menggunakan serta memanfaatkan pelayanan keuangan legal, sekaligus memahami berbagai risikonya.
"Literasi dan inklusi keuangan adalah fondasi penting memperkuat taraf hidup masyarakat sekaligus trigger terbentuknya kemandirian ekonomi berkelanjutan," papar dia.
Pihaknya, tegas Irwan Riswandi, senantiasa berkomitmen, bahwa setiap elemen masyarakat bisa mengakses pola pelayanan dan edukasi keuangan.
Berbasis sinergi dengan OJK, tambahnya, pihaknya memperluas jangkauan program edukasi yang desainnya untuk memperkuat pemahaman tentang produk dan pelayanan keuangan.
Tentunya, sahut dia, kebersamaannya dengan OJK juga merupakan wujud terbentuknya sinergi kuat antara pelaku IJK dan regulator berkenaan dengan penyempurnaan dan pemerkuatan literasi-inklusi keuangan, khususnya di Tatar Pasundan. (win/*)
