LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET • IDR BASED
Loading FX...
đź”´ BREAKING NEWS
Events

Bukan Sekadar Kuliah Umum, Ini Pesan Penting Mendukbangga untuk Generasi Muda

📖 2 menit baca✍ Singgih Jatmiko🕒 Kamis, 9 April 2026 pukul 18.54
Bukan Sekadar Kuliah Umum, Ini Pesan Penting Mendukbangga untuk Generasi Muda

1 | Source: WordPress Import

PENTAS.TV-BANDUNG, Sebanyak 2.000 peserta menghadiri kuliah umum yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 9 April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Transformasi Kebijakan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045” dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, penyuluh KB, serta mitra aktif Program Bangga Kencana. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Fauzan Ali Rasyid, menekankan bahwa kajian hukum keluarga memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat. Menurutnya, penguatan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga sangat relevan dengan bidang keilmuan yang dikembangkan di fakultas tersebut. Sementara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, menyampaikan bahwa isu kependudukan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa aspek keluarga dan kependudukan menunjukkan perhatian besar Islam terhadap pengelolaan kehidupan manusia secara berkelanjutan. Ia juga menyatakan kesiapan kampus untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan kependudukan dan keluarga. Kuliah umum ini menghadirkan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, sebagai pembicara utama dan dilaksanakan secara hybrid di Aula Anwar Musaddad. Dalam pemaparannya, Menteri menyampaikan bahwa Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga siap mendukung delapan program prioritas Presiden, dengan fokus pada penanganan berbagai isu strategis guna mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa terdapat lebih dari 74 juta keluarga Indonesia yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk terus ditingkatkan kesejahteraannya melalui berbagai program, seperti penguatan kualitas keluarga, pencegahan stunting, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), penguatan kepemimpinan, pengelolaan dinamika pernikahan, program lansia berdaya, serta layanan keluarga berbasis hukum dan nilai keagamaan. Selain itu, dibahas pula mengenai bonus demografi dan tantangan kependudukan yang harus dimanfaatkan secara optimal. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penciptaan lapangan kerja yang berkualitas, serta dorongan terhadap inovasi teknologi. Tanpa strategi yang tepat, tingginya jumlah penduduk usia produktif berpotensi menimbulkan peningkatan pengangguran dan risiko permasalahan ekonomi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, kemudian diikuti dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan kependudukan dan keluarga yang berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.(GIH/*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.