PENTAS.TV - Masih terjadinya berbagai dinamika global, di antaranya adanya konflik geopolitik di Timur Tengah, berdampak pada berbagai sektor ekonomi.
Kondisi itu pun berefek pada ekonomi nasional. Satu indikatornya tercermin pada perkembangan rupiah, yang selama beberapa waktu terakhir mengalami pergerakan negatif.
Fakta terbaru, pada pembukaan transaksi antar-bank, 24 Juni 2026 pagi, pergerakan rupiah kembali lemas.
Pagi ini, posisi rupiah hampir mendekati Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), tepatnya Rp17.931 per dolar AS.
Pasalnya, rupiah terkontraksi 72 poin atau 0,40 persen. Sehari sebelumnya, yakni penutupan perdagangan, rupiah berada pada level Rp17.859 per dolar AS. (win/*)
Disclaimer
Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.
Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.