PENTAS.TV - BANDUNG, Seperti biasa, pada hampir setiap musim libur, banyak kalangan yang memanfaatkan momentum tersebut untuk bertamasya.
Nah, pada momen libur sekolah, yang berlangsung selama 20 Juni-5 Juli 2026, tidak ada salahnya, masyarakat memilih kereta sebagai fasilitas transportasi untuk berpelesiran.
Itu karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) memberlakukan tarif spesial selama periode libur sekolah.
Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAIl (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengemukakan, pada momen libur sekolah tahun ini, masyarakat berkesempatan menikmati tarif kereta jarak jauh Economy Class Commercial yang lebih murah 30 persen daripada periode normal.
"Pada program ini, kami menyediakan sebanyak 65.440 lembar tiket, sesuai kapasitas tempat duduk kereta jarak jauh Economy Class Commercial," tandas Kus, sapaan akrabnya.
Mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu meneruskan, pada program tersebut, pemberlakuan tarif diskon 30 persen tersebut berlaku pada 10 rangkaian kereta jarak jauh Economy Class Commercial.
Lalu, seperti apa respon pemberlakuan tarif diskon 30 persen tersebut?
Kus mengklaim bahwa pemberlakuan tarif diskon kereta jarak jauh Economy Class Commercial direspon masyarakat secara positif. Indikatornya, tutur dia, realisasi penjualan tiket.
Mantan Manager Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) ini mengungkapkan, hingga 22 Juni 2026, sebanyak 47.878 lembar tiket program diskon 30 persen habis terjual, atau setara 73,2 persen alokasi.
Agar seluruh perjalanan berlangsung aman, lancar, tertib, dan kondusif, ujarnya, pihaknya terus melakukan penyempurnaan pelayanan, baik armada prima maupun Sumber Daya Manusia (SDM) profesional.
Pihaknya juga, sahutnya, secara rutin melakukan perbaikan, perawatan, pemeliharaan, bahkan pergantian komponen sarana dan pra-sarana agar setiap operasional tetap sempurna, prima, dan optimal.
Selain itu, tambahnya, pihaknya pun senantiasa mengecek sekaligus bersiaga 100 persen mengawasi sejumlah lokasi berkatagori Daerah Pantauan Khusus (Dapsus), baik yang mengarah timur maupun barat. (win)
