PENTAS.TV-BANDUNG,-Baby Udon bukan sekadar film drama. Ini adalah kisah nyata tentang cinta, perjuangan memiliki buah hati, penyakit, dan kehilangan yang mengharukan.
Diangkat dari pengalaman hidup Fanny Kondoh dan almarhum suaminya, Hajime Kondoh, film ini menceritakan perjalanan pasangan lintas negara yang berjuang mendapatkan anak melalui program bayi tabung (IVF). Harapan mereka berubah menjadi ujian berat ketika Hajime didiagnosis mengidap kanker hingga akhirnya meninggal dunia.
Di tengah duka tersebut, Fanny tetap membesarkan putra mereka yang akrab disapa Baby Udon, sekaligus menjaga kenangan tentang sang ayah agar tetap hidup bagi anaknya.
Dalam adaptasi layar lebar garapan Fajar Bustomi, Fanny diperankan Caitlin Halderman, sedangkan sosok Hajime dimainkan Denny Sumargo, yang juga bertindak sebagai produser melalui Sumargo Films.
Pada peluncuran film, Fanny mengaku tak mampu menahan air mata ketika menyaksikan Denny memerankan Hajime. Baginya, film ini menjadi warisan berharga agar putranya, KazKaz, kelak dapat mengenal sosok ayahnya.
Denny Sumargo juga mengungkap alasan membeli hak kekayaan intelektual (IP) Baby Udon. Salah satu alasannya adalah mendukung niat Fanny menggunakan royalti film untuk membangun Masjid Al-Firdaus di Bandung sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Hajime.
Simak kisah lengkap di balik film Baby Udon, mulai dari perjuangan IVF, tantangan para pemain mendalami karakter, hingga pesan bahwa kehilangan tidak selalu mengakhiri harapan.(GIH/*)
