PENTAS.TV - Persib Bandung memburu kemenangan keempat secara beruntun saat menjamu Dewa United pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB.
Namun, Bobotoh yang ingin memadati tribun diminta waspada terhadap tiket palsu dan tidak melanggar aturan stadion. Maung Bandung datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menaklukkan FC Seoul 1-0 di AFC Champions League Two, Persijap Jepara 2-1 di Super League, serta Port FC 3-1 di ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup.
Tren positif tersebut diprediksi meningkatkan antusiasme Bobotoh. Namun, dukungan langsung di stadion harus dibarengi kedisiplinan. Salah membeli tiket atau melanggar aturan bisa berujung kerugian hingga membahayakan keselamatan penonton.
Tiket Resmi Hanya Lewat PERSIB App
Persib menegaskan, pembelian tiket pertandingan kandang hanya dilayani melalui PERSIB App. Transaksi dengan penjual tidak resmi berisiko membuat Bobotoh tertipu tiket palsu.
Bobotoh juga diingatkan mematuhi prinsip no ticket, no game. Tanpa tiket, jangan memaksakan diri datang untuk masuk ke stadion.
Sebagai alternatif, dukungan bisa diberikan melalui empat lokasi Nobar Biru dan 10 titik Balad Nobar Biru di Bandung dan sekitarnya.
Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi Bobotoh.
Sebelum berangkat ke SJH, Bobotoh perlu memahami aturan berikut agar pertandingan berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Yang Wajib Dilakukan Bobotoh
. Beli tiket resmi. Gunakan PERSIB App dan hindari transaksi dari pihak ketiga yang tidak terverifikasi.
. Datang lebih awal. Antisipasi antrean di lokasi penukaran e-ticket.
.Tukarkan e-ticket sesuai ketentuan. Bawa dokumen persyaratan dan ikuti prosedur yang berlaku.
.Kenakan gelang penanda.
.Segera pasang gelang pada pergelangan tangan kiri setelah menerimanya, sebelum memasuki Ring 4 Stadion Si Jalak Harupat.
Pelanggaran dapat Menyebabkan Tiket Hangus
. Patuhi pemeriksaan keamanan. Ikuti arahan petugas di setiap akses masuk.
. Kenali jalur evakuasi. Ketahui akses keluar dan titik berkumpul jika terjadi keadaan darurat.
. Siapkan kebutuhan pribadi. Antisipasi perubahan cuaca dan kemungkinan hujan.
. Jaga ketertiban. Hormati penonton lain, jaga kebersihan, amankan barang pribadi, serta hindari segala bentuk pelecehan.
Larangan Keras di Stadion
.nJangan masuk tanpa tiket. Tiket menjadi syarat untuk menyaksikan pertandingan langsung di stadion.
. Jangan menerobos lapangan. Larangan berlaku sebelum, selama, dan setelah pertandingan.
. Jangan menghalangi jalur evakuasi. Dilarang berdiri atau duduk di tangga dan jalur penyelamatan.
. Jangan membawa atau menyalakan flare. Suar, cerawat, bom asap, dan bahan peledak sejenis dilarang di stadion maupun kawasan sekitarnya.
. Jangan melempar benda ke lapangan. Tindakan ini membahayakan pemain dan perangkat pertandingan serta berpotensi memicu sanksi.
. Jangan membawa senjata tajam atau melakukan kekerasan. Segala tindakan yang mengancam keselamatan orang lain tidak dibenarkan.
. Jangan membawa atribut provokatif. Bendera, giant flag, atau spanduk bernuansa SARA, politik, maupun keagamaan dilarang sesuai ketentuan pertandingan.
. Jangan membawa minuman keras dan narkoba. Jaga lingkungan stadion tetap aman dan kondusif.
. Jangan menyorotkan laser ke lapangan. Pemain dan perangkat pertandingan tidak boleh menjadi sasaran.
. Jangan membawa kamera profesional untuk merekam dari tribun ke lapangan. Patuhi ketentuan dokumentasi pertandingan.
. Jangan melakukan pelecehan atau provokasi rasis. Hormati seluruh pemain, perangkat pertandingan, dan sesama penonton.
. Jangan melontarkan nyanyian atau yel-yel rasis. Hindari tindakan yang merendahkan lawan atau kelompok tertentu.
Jangan Biarkan Dukungan Berujung Petaka
Persib membutuhkan dukungan Bobotoh saat menghadapi Dewa United. Namun, semangat di tribun tidak boleh berubah menjadi tindakan yang merugikan diri sendiri, penonton lain, maupun klub.
Pastikan tiket resmi, datang sesuai jadwal, patuhi petugas, dan hindari segala bentuk pelanggaran.
Dukung Maung Bandung dengan lantang, tetapi tetap tertib. Di SJH, keselamatan dan sportivitas harus menjadi prioritas.***
