Pentas.TV-Bandung, Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan penelitian yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi agar hasil penelitian tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rektor Universitas Sangga Buana YPKP Bandung, Didin Saepudin, mengatakan bahwa pengembangan sistem riset ke depan akan diarahkan pada penciptaan luaran yang lebih luas. Selain publikasi ilmiah, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi kebijakan pemerintah sekaligus menghasilkan inovasi yang memiliki dampak ekonomi dan sosial.
Menurutnya, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) tengah dipersiapkan sebagai pusat pengembangan inovasi yang akan melahirkan berbagai program unggulan berbasis hasil penelitian.
"Kami ingin hasil riset tidak berhenti pada laporan atau tulisan ilmiah semata, tetapi mampu menjadi solusi yang dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Didin.
Sebagai langkah awal, USB YPKP Bandung mengembangkan program 21 Inovasi Unggulan yang dirancang untuk memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Program ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi riset agar hasil penelitian dapat berkembang menjadi produk, layanan, maupun model pengembangan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Konsep yang diusung adalah "Dari Riset Menjadi Aset", yaitu mengubah hasil penelitian menjadi sumber daya bernilai yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta penguatan daya saing daerah.
Untuk mendukung target tersebut, USB YPKP Bandung juga telah membangun kolaborasi dengan sejumlah lembaga dan mitra strategis. Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat proses transformasi hasil penelitian menjadi inovasi yang siap diterapkan di berbagai sektor.
Penguatan riset dan inovasi saat ini menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi tantangan era digital dan persaingan global. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Melalui program 21 Inovasi Unggulan, USB YPKP Bandung optimistis dapat melahirkan berbagai terobosan yang tidak hanya memperkaya dunia akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.(Aan/*)
