BANDUNG, PENTAS.TV – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, menegaskan Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pemanasan sebelum musim baru dimulai. Bagi pelatih asal Kroasia itu, ajang pramusim ini menjadi panggung pembuktian bagi seluruh pemain yang ingin mengamankan tempat di skuad utama Persib.
Tolic memastikan tidak ada pemain yang mendapat perlakuan istimewa. Siapa pun yang mengenakan jersey Persib wajib membuktikan kualitasnya, baik saat latihan maupun ketika pertandingan berlangsung.
"Sejak memasuki lapangan dengan jersey Persib, sejak itu juga setiap pertandingan menjadi penting. Kami memang akan menjalani laga pramusim dan memainkan sejumlah pemain, tetapi semua pertandingan tetap memiliki arti penting," kata Tolic.
Menurutnya, keputusan menentukan pemain inti tidak hanya diambil berdasarkan penampilan saat pertandingan. Tim pelatih juga memantau keseriusan, disiplin, dan performa pemain dalam setiap sesi latihan.
"Para pemain harus mempersiapkan diri dan menunjukkan kemampuan kepada tim pelatih. Kami akan menentukan siapa yang benar-benar berada dalam kondisi terbaik untuk bermain," ujarnya.
Tolic menegaskan, tak ada satu pun pemain yang otomatis menjadi starter. Semua harus bersaing secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan tampil.
"Kami memiliki banyak pemain berkualitas. Siapa pun bisa bermain kapan saja, tetapi mereka harus berjuang untuk mendapatkan menit bermain. Karena itu, setiap pemain harus bekerja keras di latihan maupun pertandingan," tegasnya.
Persaingan yang ketat di dalam skuad diyakini akan meningkatkan kualitas permainan Persib. Tolic optimistis atmosfer kompetitif tersebut akan menjadi modal penting bagi Maung Bandung menghadapi padatnya musim 2026/2027.
Piala Presiden 2026 pun menjadi ujian awal bagi Persib sebelum menjalani empat kompetisi musim ini. Di fase grup, Maung Bandung tergabung di Grup A bersama Arema FC, DPMM FC (Brunei Darussalam), dan Tampines Rovers FC (Singapura).
Dengan persaingan yang terbuka dan tanpa pemain yang mendapat jaminan tempat, Piala Presiden dipastikan menjadi panggung perebutan posisi inti di bawah komando Igor Tolic.***
