PENTAS.TV - BANDUNG, Tidak terbantahkan lagi bahwa terjadinya berbagai dinamika global berpengaruh pada perekonomian
Meski demikian, sektor perbankan di Jabar tetap menunjukkan performa dan kinerja yang bergairah.
Darwisman, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jabar, mengiyakan bahwa perbankan Jabar tetap menunjukkan performa apik dan solid hingga semester pertama 2026.
"Ada beberapa indikatornya. Antara lain, total aset," tandas Darwisman, pada Media Up-Date Triwulan II 2026 di kawasan Jalan Sulanjana Bandung.
Dia meneruskan, pada Juni 2026, secara total, perbankan di Jabar memiliki aset berlimpah. Nominalnya, kata dia, yakni Rp1.083,11 triliun, melebihi pencapaian akhir semester II 2025, yang angkanya Rp1.025,01 triliun.
Aset terbesar, lanjut dia, dimiliki perbankan umum, baik konvensional maupun syariah. Nominalnya, kata dia, Rp1.049 triliun.
Sisanya, sambung dia, senilai Rp33,18 triliun adalah aset perbankan segmen Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).
Indikator berikutnya, sambung dia, yakni penyaluran kredit atau pembiayaan. Secara total, sebut dia, hingga Juni 2026, perbankan Jabar menyalurkan pembiayaan bernominal Rp1.129,79 triliun.
Perbandingannya dengan penyaluran kredit hingga akhir semester awal 2025, yang nilainya Rp1.032,26 triliun, kata dia, bertambah 8,58 persen.
Penyaluran kredit atau pembiayaan paling masif, ujar Darwisman, tetap ada pada perbankan umum. Nilainya, sahut dia, yakni Rp1.096,02 triliun.
Sedangkan penyaluran pembiayaan oleh perbankan segmen BPR-BPRS, sambung Darwisman, nominalnya Rp24,77 triliun.
Moncernya penyaluran kredit itu, imbuh Darwisman, diimbangi oleh perkembangan positif rasio Non-Performing Loan (NPL) gross, yang pada Juni 2026, posisinya 3,42 persen, lebih baik daripada rasio NPL Juni 2025, yaitu 3,55 persen.
Tidak hanya aset dan penyaluran kreditnya yang bertambah, Darwisman mengklaim, perbankan Jabar memperoleh kepercayaan masyarakat tatar Pasundan secara positif.
Acuannya, tutur Darwisman, yakni bertambahnya nilai pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Dia mengungkapkan, secara kumulatif, hingga periode triwulan II 2026 berakhir, perbankan Jabar mengelola DPK bernilai Rp771,21 triliun, melebihi realisasi periode sama 2025, yakni Rp712,58 triliun.
Pengelolaan DPK termasif, beber dia, tetap oleh perbankan umum, yakni bernilai Rp749,41 triliun. "Nilai pengelolaan DPK oleh BPR-BPRS hingga Juni 2026 bernilai Rp21,79 triliun," kata dia.
Komposisi terbesar DPK yang dikelola perbankan Jabar, imbuhnya, adalah Current Account-Saving Account (CASA), yang terdiri atas tabungan dan giro. "Sisanya, 23,35 persen yakni deposito atau dana mahal, " tutup Darwisman. (*)
