PENTAS.TV - Efek berbagai dinamika global, di antaranya, berlangsungnya konflik geopolitik di Timur Tengah masih terasa hingga kini di banyak negara, termasuk Indonesia.
Satu pertandanya yakni perkembangan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Terbukti, pada pembukaan transaksi Pasar Spot Exchange pasar 11 September 2026 pagi, pergerakan rupiah kembali melempem.
Pagi ini, rupiah berada pada level Rp17.585 per dolar AS. Padahal, pada penutupan perdagangan kemarin petang, posisi rupiah lebih kokoh 38 poin, yakni Rp17.547 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, bergerak melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.585 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.547 per dolar AS. (*)
