LIVEPENTAS TV NEWS
📍 Jawa Barat
Loading menu...
LIVEFX MARKET • IDR BASED
Loading FX...
🔴 BREAKING NEWS

Big Boss Baru Toyota Punya Keinginan: Rampingkan Varian Produk, Ini Alasannya

📖 2 menit bacaErwin🕒 Jumat, 19 Juni 2026 pukul 12.42
Big Boss Baru Toyota Punya Keinginan: Rampingkan Varian Produk, Ini Alasannya

Toyota dan BMW eksperimen, uji coba jelantah menjadi Nexa 95, sebuah BBM bensin terbaru. | Credit: (Instagram)

PENTAS.TV - Memiliki berag varian produk memang bisa menjadi senjata ampuh bagi sebuah industri atau korporasi agar performa dan kinerjanya tetap apik.

Pada industri otomotif, misalnya. Hingga kini, banyak produsen otomotif yang menghadirkan beragam varian. Begitu pula dengan produsen asal Jepang, Toyota Motor Corporation.

Toyota 4Runner contohnya. Segmen Sport Utility Vehicle (SUV) ini terdiri atas 12 model atau varian. Contoh lainnya, Toyota Grand Highlander, yang punya 10 model.

Melihat kondisi itu, Kenta Kon, Sang The Big Boss baru yang berstatus sebagai Chief Executive Officer CEO) Toyota Motor Corporation, ingin merampingkan varian dan model produknya.

Dia menganggap, saat ini , produsen otomotif berlogo The Triple Elips itu memiliki terlalu banyak model dan varian.

Dia menilai, banyaknya model dan varian tersebut menyebabkan biaya operasional dan produksi kurang efisien dan menjadi bertambah.

Memang, kata Kenta Kon, banyak ragamnya varian itu bisa memperkuat nilai tambah dan data saing. Walau demikian, Kenta Kon menunjukkan isyarat bahwa industri yang dinakhodainya tersebut, idealnya, melakukan evaluasi produk.

Indikasi pengurangan model, sejatinya, berlangsung sejak Mei 2026. Caranya, Toyota Motor Corporation membatalkan proyek produksi Lexus LF-ZC, sedangkan elektrifikasi ,yang isu awalnya, mengaspal pada 2027.

Pertimbangannya, berkenaan dengan prediksi dan respon pasar, yang kemungkinannya kurang positif.

Kabarnya, ada beberapa produk yang tidak tertutup kemungkinan terdegradasi. Di antaranya, Toyota Mirai, yang terindikasi bersifat proyek prestisius apabila perbandingannya dengan produk berbasis komersial

Faktanya, respon publik Amerika Serikat (AS) atas hadirnya Toyota Mirai tidak menggembirakan. Selama 2026, model itu kurang laris, hanya terjual 210 unit.

Kondisi itu sangat jomplang bila perbandingannya dengan Toyota GR86, yang terjual sebanyak 576 unit  hanya dalam waktu satu bulan, itu pun pada Desember 2026  (win/*)

Disclaimer

Seluruh informasi yang dipublikasikan di pentas.tv disediakan hanya untuk tujuan informasi umum. Redaksi berupaya menyajikan informasi yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak memberikan jaminan apa pun, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi tersebut.

Segala tindakan yang Anda lakukan berdasarkan informasi di situs ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. pentas.tv tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan informasi dari situs ini.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab/koreksi, silakan menghubungi redaksi melalui halaman resmi pentas.tv.