PENTAS.TV - BANDUNG, Setiap korporasi, pastinya, memiliki kiat dan strategi agar kebutuhan konsumennya terlayani dan terakomodir secara sempurna, prima, serta optimal sehingga performa sekaligus kinerjanya semakin solid.
Strategi itu pun dimiliki korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terakbar di tanah air, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb.
Terbukti, hingga kini, bank bjb memiliki dan senantiasa mengimplementasikan berbagai strateginya demi kesempurnaan pelayanannya. Di antaranya, terus mengembangkan pola kolaborasi.
Terbaru,demi kesempurnaan pelayanan publik, termasuk yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) secara resmi, bank bjb bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Dalam keterangannya, Ayi Subarna, Direktur Utama bank bjb, mengatakan, sinergi yang penandatangannya di lantai 9 Menara bank bjb, Jalan Naripan Bandung tersebut membuktikan bahwa pihaknya sangat serius dan berkomitmen untuk senantiasa melayani dan mengakomodir kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor keuangan, secara profesional, proporsional, sempurna, prima, dan optimal .
Selain itu, kata mantan Pemimpin Divisi Corpprate Secretary bank bjb tersebut, kerja sama dengan Kemenaker yang ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Cris Kuntadi, Sekretaris Kemenaker, ini pun menjadi cara jajarannya menyempurnakan tata kelola public service berbasis produk pelayanan perbankan yang inovatif.
"Sinergi ini juga menjadi bukti bahwa kami memang hadir sebagai mitra pemerintah yang senantiasa pro aktif mendukung serta menyukseskan berbagai program pembangunan, termasuk dalam hal kualitas SDM," tandas pria berpostur tubuh jangkung ini.
Dalam acara yang juga diwarnai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang fasilitas kredit retail, bantuan penagihan, plus pembayaran cicilan kredit secara kolektif pada lingkup Kemenaker tersebut, Ayi Subarna mengungkapkan ruang lingkup kolaborasi.
Cakupannya, beber dia, memperkuat kapasitas dan daya saing SDM. Kemudian, sambungnya, penyediaan dan pemanfaatan produk-produk keuangan perbankan.
Selain itu, sahutnya, juga memanfaatkan fasilitas, baik sarana maupun prasarana berdasarkan ketentuan kedua belah pihak.
Ayi Subarna berpendapat, SDM yang andal, mumpuni, dan berkualitas, merupakan aspek krusial.
Kehadiran mereka, kata Ayi Subarna, sebagai penopang produktivitas sehingga dunia usaha dan industri nasional lebih berdaya saing.
"Pelayanan yang sempurna, prima, profesional, proporsional, dan optimal,berlaku pada seluruh sektor ekonomi, tidak hanya jasa keuangan, khususnya, perbankan," papar Ayi Subarna.
Ayi Subarna melanjutkan, pelayanan prima, sempurna, profesional, proporsional, dan optimal serta didukung tata kelola yang baik juga bisa menjadi trigger bergeliatnya perekonomian, serta terus bergulirnya program pembangunan yang berkelanjutan. (*)
