PENTAS.TV - Beragam dinamika masih terjadi hingga kini. Efeknya terasa pada berbagai sektor ekonomi, termasuk industri keuangan.
Meski demikian, sektor perbankan nasional tetap menunjukkan kinerja progresif. Satu buktinya, tercermin pada penyaluran kredit atau pembiayaan.
Hingga Mei 2026, sektor perbankan menyalurkan kredit atau pembiayaan yang lebih masif 11,51 persen daripada periode sama tahun sebelumnya, yakni bernilai Rp8.918 triliun.
Selain penyaluran kredit yang bernilai jumbo, kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan nasional pun menunjukkan hal positif.
Buktinya, hingga bulan kelima, perbankan nasional mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) bernominal Rp10.294 triliun. Perbandingannya dengan periode Mei 2025, bertambah 13,49 persen.
Mengacu pada pencapaian tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis bahwa kinerja perbankan selama 2026 tetap solid.
"Kami harap dan optimistis bahwa hingga Desember 2026, penyaluran kredit perbankan mengalami perkembangan positif sekitar 10 persen lebih banyak daripada akhir 2025," tandas Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, kepada media.
Dian Ediana Rae, mengklaim bahwa likuiditas perbankan pada tahun ini tidak mengalami kendala. Hal itu, sambungnya, sesuai keputusan pemerintah, yakni tidak melakukan pencairan dana SAL (Saldo Anggaran Lebih), yang penempatannya pada perbankan Himpunan Bank Negara (Himbara), yakni PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk (Persero), dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero).
Likuiditas perbankan pun, lanjutnya, masih solid. Rasionya melebih standar. Artinya, perbankan nasional memiliki risiko likuiditas yang minim.(*)
